Naiknya Harga Beras Picu Inflasi di Jatim, Desember Inflasi Akan Lebih Tinggi

josstoday.com

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Teguh Pramono pada saat preskon IHK, di Kantor BPS Jatim, Surabaya, pada hari Senin, (04/12/2017)

JOSSTODAY.COM - Perkembangan indeks harga konsumen/ inflansi Jawa Timur bulan November 2017 mengalami kestabilan dengan inflansi sebesar 0,23 persen. Sedangkan untuk inflasi Indonesia 0,20 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono menjelaskan, hasil pemantauan perubahan harga selama bulan November 2017 di 8 kota di Jatim, Indek Harga Konsumen (IHK) Jawa Timur menunjukkan adanya kenaikan harga pada sebagian besar komoditas yang dipantau.

“Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi di Jawa Timur bulan November 2017 ialah naiknya harga  beras, bawang merah, dan telur ayam ras," kata Teguh saat press conference IHK, di Kantor BPS Jatim, Surabaya, pada hari Senin, 04 November 2017.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar penghambat inflasi ialah turunnya harga buah jeruk, daging ayam ras, dan anggur.

Menurut dia, terjadinya peningkatan IHK, yaitu dari 128,88 pada Oktober 2017 kemduain naik menjadi 129,18 pada November 2017. Sepanjang tahun 2008 sampai dengan 2017 selalu terjadi inflasi di November, kecuali di tahun 2008 yang mengalami deflasi. “November 2014 merupakan inflasi tertinggi, yaitu sebesar 1,38 persen sedangkan inflasi terendah terjadi pada November 2009 sebesar 0,04 persen,” kata dia.  
 
Dari 8 Kota yang menghitung Inflasi, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep yaitu mencapai 0,57 persen, diikuti Jember 0,34 persen, Banyuwangi 0,33 persen, Probolinggo dan Malang 0,27 persen, Kediri 0,23 persen, Surabaya 0,18 persen, dan Madiun 0,10 persen.

Diperkirakan perkembangan indeks harga konsumen/inflasi pada bulan Desember di Jawa Timur mengalami peningkatan dibanding bulan November. " Inflasi tinggi pada bulan Desember lebih dipengaruhi oleh sandang dan transportasi karena agenda akhir tahun, natal dan tahun baru," kata dia. (Tus)

 

Inflansi Jawa Timur 2017 ekonomi jawa timur