"Energi Air Mata" Wartawan Senior Peter A.Rohi

josstoday.com

Wartawan senior Peter A Rohi (berbaring) ketika dijenguk kolega wartawan senior. ( Foto: Yusron Aminullah)

JOSSTODAY.COM - Wartawan senior Peter A.Rohi sedang sakit. Sahabatnya, para wartawan senior Hadiaman Santoso (Mantan Ketua PWI Jatim), Zaenal Arifin Emka (Dosen AWS dan mantan Redaktur senior Surabaya Post), Arifin BH ( Penulis Senior), dan Yusron Aminulloh (Penulis dan mantan Wartawan Surabaya Post), Kamis (30/8) tadi membesuk dan menemani Peter di rumahnya, Kampung Malang, Surabaya.

Suasana haru menyelimuti perjumpaan para sahabat ini. Karena Peter hanya melihat, menatap tajam, sambil mendengarkan "hiburan" dari para sahabatnya. Matanya berkaca-kaca, tangis mau meledak, tapi ia tahan.

" Sudah tidak usah menangis. Kita nemeni semua. Doakan Peter cepat sembuh, " papar Arifin BH .

Peter memang sedang susah bicara karena penyakitnya. Tapi ia mendengar semua pembicaraan para tamunya. "Dia ngerti tapi tidak bisa respon. Hanya air mata dan tangis untuk menyampaikan terima kasih atas kehadiran kawan-kawannya," tegas Mintje sang istri.

Tapi kehadiran para sahabatnya, tutur sang istri adalah hiburan kesembuhan bagi Peter. Maka, ia sering menangis saat sahabatnya pulang.

"Nanti kalau sudah sepi, dia ingat sama teman-temannya yang jenguk. Terus menangis," tegas Mintje yang penuh kesabaran menemani.

Pengarang Dua Buku Tentang Soekarno yang juga seorang wartawan senior, Peter A Rohi selama ini dikenal energik. Meski usia sudah 76 tahun masih aktif menulis.

Peter A Rohi bernama asli Peter Apollonius Rohi, lahir di Nusa Tenggara Timur 14 November 1942 silam.

Mulai berkarir sejak tahun 1970, Peter A Rohi dikenal sebagai pembuat dua buku tentang Soekarno yang berjudul Soekarno Sebagai Manoesia dan Ayah Bunda Bung Karno.

Ia juga dikenal sebagai penelusur jejak Soekarno.

Satu di antaranya adalah rumah di Jalan Pandean yang disebut sebagai rumah kelahiran Soekarno. Peter juga merupakan tokoh di Soekarno institut.

Bahkan pensiunan KKO ini, sangat produktif menulis. Ia juga penulis buku Natuna Kapal Induk Amerika, bersama Henry Noercahyo dan Yusron Aminulloh.

Saat buku ini diterbitkan di TIM beberapa tahun lalu, sejumlah Jenderal dan Guru Besar hadir. (mma)

Wartawan senior Peter A.Rohi