Menko Darmin Apresiasi Kinerja Pokja IV Satgas Percepatan Kebijakan Ekonomi

josstoday.com

Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasutian

JOSSTODAY.COM - Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasutian mengapresiasi Kelompok Kerja (Pokja IV) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi.

"Kita harus memberi penghargaan untuk mereka. Tim saya itu bekerja tak mengenal lelah dan berbuat untuk negara ini," katanya dalam diskusi dengan AMSI di Jakarta, Jumat malam.

Bahkan, kata Darmin, ia akan mempertahankan dan memperkuatnya keberadaan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi. Darmin sendiri adalah ketua satgas yang sudah berjalan sejak dua tahun lalu itu.

Darmin menjelaskan Pokja IV yang diketuai Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dalam bertugas selalu berkordinasi dengan Pokja lainnya, yaitu Pokja I yang dipimpin Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Pokja II diketuai oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Pokja III yang dikomandoi oleh Deputi Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara.

Kinerja Satgas Percepatan dan Efektivitas Kebijakan Ekonomi menunjukkan perkembangan yang positif pada dunia usaha. Hingga Kamis (1/11) Pokja IV telah menyelamatkan investasi senilai Rp659 triliun.

“Saya di Pokja IV ditugasi untuk menyelesaikan masalah-masalah investasi. Jika ada masalah, kami mengundang para pihak yang bersengketa, dan mencari solusinya,” kata Yasonna kepada BeritsaSatu.com.

Yasonna menambahkan, bahwa Presiden Jokowi mengarahkan harus menyelesaikan macet-macetnya persoalan investasi. “Apakah itu karena pertikaian karena ada masalah-masalah birokrasi, ada masalah perbedaan pendapat, ada karena regulasi-regulasi yang tidak menolong, maka kita harus selesaikan dengan baik,” katanya.

Menurut data, sejak dibentuk pada 28 Juni 2018, Pokja IV ini sudah menerima 300 kasus terhambatnya investasi yang terbagi dalam dua jenis persoalan, yaitu kasus yang uncountable investment dan countable investment. Dari ratusan kasus ini nilai investasinya mencapai lebih dari seribu triliun.

Sisa investasi yang masih terhambat itu saat ini sedang dalam proses penyelesaiannya. “Saya sudah perintahkan sektretaris saya, Pak Carlo, untuk memanggil para pihak, cari jalan damai, cari solusi, kalau ada yang keras-keras dan menyangkut pidana, maka kejar pakai pidana. Ini kita lakukan terus,” kata Yasonna.

Carlo adalah Sekretaris Pokja IV yang bernama lengkap Inspektur Jenderal (Polisi) Carlo Brix Tewu. Ia perwira tinggi kepolisian yang berpengalaman di dunia reserse, bahkan juga lama ditugaskan dalam pemberantasan terorisme di Indonesia.

Selain paham dunia kepolisian, Carlo juga mengetahui seluk beluk birokrasi, sebab ia pernah dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Barat sejak 30 Desember 2016 hingga 12 Mei 2017. Saat ini Carlo menjabat sebagai Deputi V Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam.

Yasonna mengakui masih ada pihak yang bersengketa setelah diputuskan tetapi tidak menjalankan. “Bahkan dari instansi pemerintah. Kami akan mencoba sekuat tenaga untuk menyelesaikannya dan melaporkan kepada presiden. Kemarin saya bertemu dengan Bapak Menko Perekonomian membahas tentang beberapa kendala yang kami alami, termasuk dari institusi negara,” kata Yasonna. (fa/b1)

Kebijakan Ekonomi