Fahri Hamzah Anggap Pembatalan Konser Hadapi Dengan Senyuman Ditunggangi Politik

josstoday.com

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, saat memberi keterangan di Grand City Convention and Exhibition Hall, Surabaya, Minggu (10/3/2019).

JOSSTODAY.COM - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Fahri Hamzah, mengaku kecewa dengan tindakan kepolisian yang membatalkan gelaran konser bertajuh Hadapi Dengan Senyuman. Hal itu ia sampaikan ketika datang ke lokasi konser di Grand City Convention and Exhibition Hall, Surabaya, Minggu (10/3/2019).

Ia menilai, jika apa yang dilakukan kepolisian ini seperti ditunggangi oleh kepentingan politik jelang Pilpres 2019. Di mana, pada konser itu rencananya akan dihadiri pula oleh Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno.

Padahal, kata Fahri, jika kegiatan ini merupakan kegiatan amal untuk memberikan dukungan moral kepada pentolan Republik Cinta Manajemen dan Dewa 19, Ahmad Dhani Prasetyo, yang kini mendekam di penjara.

"Saya dengar tadi dari panitia sudah lama minta izin yang seharusnya diberikan izin cepat. Setahu saya saudara Sandiaga Uno juga datang pengen nonton doang memberi support kepada teman-teman Dewa, karena ini istikharah untuk secara moral membantu salah seorang tokoh utama yang sekarang sekarang sedang ada masalah hukum. Oleh sebab itu, kita juga cukup prihatin dengan kejadian malam ini," katanya.

Tak hanya itu, lanjut Fahri, tindakan yang dilakukan kepolisian dinilai terlalu berlebihan dalam membatalkan rencana konser. Di mana, di dalam gedung itu pihak kepolisian juga membawa anjing pelacak, serta dianggap mematikan beberapa fasilitas di lokasi konser.

"Saya kira tidaklah seharusnya demikian, karena kita adalah negara warga negara yang baik dan sudah membuktikan diri sebagai warga negara yang baik. Bangsa kita sudah hidup di alam demokrasi lebih dari 20 tahun, dan selama 20 tahun warga negara telah menunjukkan sebagai warga negara yang baik," kata mantan Wakil Ketua DPP PKS itu.

Karena menganggap ada kepentingan politik, Fahri pun mengaku kecewa dengan tindakan kepolisian yang sudah tidak profesional. Ia pun menganggap ada juga pejabat-pejabat atau oknum dari partai politik petahana yang menggunakan aparat hukum untuk menghadang kegiatan kompetitor politik.

Karena itu, ia pun meminta kepada pihak petahana agar dapat berpolitik dengan santun, tidak semakin memperburuk keadaan. Apalagi, dalam survey pihak petahana selalu unggul jauh.

"Kepada politisi yang sedang bersaing. Terutama petahana. Saya dengar surveynya sudah menang, bahkan menangnya katanya 20%. Ya sudahlah, kalau sudah menang ngapain ngelarang larang orang kalau sudah menang survei," ungkapnya.

"Kalau suveya sudah bagus mbok ya jadi pemerintahan yang baik, karena petahana adalah penyelenggara Pemilu. Dia tidak harus adil tapi harus nampak adil, dia tidak boleh tampak tidak adil. Tindakan malam ini adalah tindakan tidak adil kepada kita warga negara, karena kita beli tiket hanya datang untuk nonton pengin menikmati lagu-lagu yang sudah lama tidak kita dengar. Itu yang sangat sangat sangat kita sesalkan," pungkasnya.

Di sisi lain, Kapolrestabes Kota Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menegaskan, jika pembubaran ini tidak ada sangkut pautnya dengan politik.

"Jadi, tidak ada kaitannya dengan kegiatan salah satu pasangan calon. Ini murni karena administrasi perijinan. Bahwa, ada beberapa kelengkapan administrasi yang belum dilengkapi. Sehingga pihak kepolisian belum mengeluarkan perijinan," tegas Rudi. (ais)

Hadapi Dengan Senyuman Polrestabes Surabaya Sandiaga Uno Fahri Hamzah Dewa 19