Jadi Tersangka Suap Rommy, Pejabat Kemag Dimintai Uang KPK Gadungan

josstoday.com

Kekanwil Kemag Jawa Timur Haris Hasanuddin (kiri) dan Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (tengah) mengenakan rompi tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). KPK menahan Ketum PPP Romahurmuziy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemag Jawa Timur Haris Hasanuddin dengan barang bukti uang sebanyak Rp 156.758.000 terkait kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian

JOSSTODAY.COM - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima informasi adanya orang yang mengatasnamakan KPK atau KPK gadungan yang mendatangi rumah dan memintai uang kepada Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemag) Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. Informasi mengenai "KPK gadungan" itu diperoleh KPK saat mendatangi rumah Muafaq di Gresik, Jawa Timur dan menjelaskan hak-hak Muafaq sebagai tersangka pemberi suap kepada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy terkait pengisian jabatan di Kemag.

‎"KPK mendatangi rumah MFQ dan bertemu dengan pihak keluarga MFQ. KPK menjelaskan hak-hak tersangka dan menerima Informasi dari pihak keluarga bahwa ada beberapa pihak yang kami indikasikan adalah 'KPK gadungan' yang datang ke rumah dan meminta uang," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Febri mengingatkan kepada seluruh pihak untuk melaporkan kepada pihak kepolisian atau ke Call Center dengan nomor 198 jika ada orang yang mengatasnamakan KPK kemudian meminta sejumlah uang. Ditegaskan, KPK telah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menjerat para pelaku tindak pidana tersebut.

"KPK mengingatkan agar pihak-pihak lain tidak menyalahgunakan situasi untuk memeras atau melakukan penipuan dengan cara mengaku seolah-olah KPK dan meminta uang. Kami telah bekerja sama dengan Polri secara intensif untuk memproses lebih lanjut pihak-pihak yang melakukan tindak pidana tersebut," tegasnya.

Selain mendatangi rumah Muafaq, di Jawa Timur, tim penyidik KPK juga menggeledah Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Rabu (20/3). Dari penggeledahan ini, tim penyidik KPK menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus dugaan jual-beli jabatan di Kemag.

"D‎ari lokasi penggeledahan ini diamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen-dokumen terkait kepegawaian dan pengisian jabatan Kepala Kantor Kemenag Gresik," katanya.

Diketahui, KPK menetapkan Romi, sapaan Romahurmuziy bersama Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemag. Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Romi dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Namun, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi untuk diusulkan ke Menteri Agama karena pernah mendapatkan hukuman disiplin. KPK menduga telah terjadi kerja sama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romi. Pada Jumat (15/3) lalu, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romi untuk menyerahkan uang Rp50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq. (gus/b1)

KPK kasus suap Romi