Jadi Penyangga Pangan Nasional, Khofifah Panen Hasil Inovasi Penanam Padi Terbaru

josstoday.com

JOSSTODAY.COM - Provinsi Jawa Timur terus berupaya untuk melakukan inovasi diberbagai bidang. Utamanya bidang ketahanan pangan. Kali ini, inovasi penanaman padi Ratun R5 menjadi unggulan untuk mencapai swasembada pangan

Inovasi ini dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jatim Graha Utama (JGU). Di mana, dengan inovasi ini memberikan banyak keuntungan tidak hanya bagi Jatim tapi bagi nasional.

Direktur PT JGU, Mierza Mutaqien menjelaskan, jika inovasi ini dilakukan mengingat Jatim diharapkan menjadi daerah utama penyangga pangan nasional.

Dengan digunakannya inovasi ini, jelas Mierza, petani berhasil memanen 30-35 ton pertahun, dalam 3-5 kali masa panen perhektarnya bisa memanen 5-7 ton beras.

"Ratun R5 ini awalnya ada bibit pokok, baru tumbuh dan dipanen dalam dua bulan. Setelah itu, kita potong disisakan sekitar lima cm untuk untuk diberi campuran Ratun dan pupuk Urea dan NPK sekitar 50 persen. Baru dia tumbuh lagi dua bulan," jelasnya saat ditemui usai panen di Puspa Agro, Sidoarjo, Senin (17/6/2019).

"Jadi, rata-rata setiap periode panen bisa mencapai 5-7 ton, atau dalam setahun kita bisa panen 30-35 ton," imbuhnya.

Jika dibandingkan dengan metode penanaman biasa, dalam setahun petani hanya dapat panen hanya 2-3 kali setahun. Bahkan, ada yang satu tahun sekali. Dengan inovasi ini, petani sudah bisa mendapatkan pekerjaan rutin yang lebih banyak.

Mierza mengatakan, jika kunci dari hasil penanaman ini adalah di Ratun R5 yang berbasis sekam bakar, dicampur beberapa zat kapur pertanian yang mempercepat masa pertumbuhan.

Karena itu, ia optimis dengan Ratun R5 ini harapan menjadikan Jatim sebagai lumbung padi nasional dapat terwujud. Sebab, tidak hanya di lahan persawahan saja, tapi melalui cara penanaman hidroponik masyarakat sudah bisa menanam padi.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyambut baik hasil inovasi ini. Menurutnya, inovasi ini harus diteruskan agar Jatim dapat swasembada pangan.

Secara nasional, kata Khofifah, Jatim masih diandalkan sebagai penyangga pangan nasional. Sehingga perlu adanya upaya yang dilakukan secara menyeluruh dari semua pihak.

"Dalam panen ini saya mengajak para Kepala Bakorwil, agar ke depan mereka bisa menghadirkan inisiasi hal yang sama di wilayah koordinasinya," kata Khofifah.

Ia melihat, jika inovasi ini juga dapat mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran yang masih cukup tinggi. Dengan ini, masyarakat akan menghasilkan banyak produk dan perputaran ekonomi akan berjalan lancar.

"Karena kita butuh menurunkan kemiskinan pedesaan yang hari ini masih 15,2 persen. Jika teknologi ini bisa dibawa kepada mereka maka tentu ini akan menjadi kabar baik," ujarnya.

Di sisi lain, tidak hanya bagi petani saja. Khofifah juga berharap pengembangan ini dapat dilakukan urban farming melalui polybag di rumah masing-masing dengan teknologi terbaru. (ais)

Pemprov Jatim Gubernur Jatim Khofifah Inovasi Pangan