Aksi Black Lives Matter, Trump Ingin Militer Diturunkan, Pentagon Menolak

josstoday.com

Toko-toko dijarah di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, saat aksi demonstrasi menuntut keadilan atas meninggalnya George Floyd, pekan lalu.

JOSSTODAY.COM - Menghadapi aksi demonstrasi Black Lives Matter, Presiden AS Donald Trump disebut ingin menurunkan 10.000 tentara ke Washington D.C untuk menghentikan demonstrasi yang menjurus ke penjarahan.

Demikian dilaporkan Reuters yang mengutip seorang pejabat AS, Minggu (7/6/2020) waktu setempat.

Menurut kesaksiannya, permintaan Trump tersebut diutarakan dalam sebuah rapat di Kantor Oval yang berlangsung panas, pada Senin lalu. Disebutkan Trump hampir saja merealisasikan ancaman menurunkan militer, meskipun diprotes oleh pejabat-pejabat Pentagon.

Dalam rapat itu, Menteri Pertahanan Mark Esper, pemimpin Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Willey, dan Jaksa Agung William Barr menentang keinginan Trump menurunkan militer. Sumber Reuters yang meminta anonimitas itu mengatakan rapat berlangsung penuh perdebatan.

Gedung Putih belum memberikan respons atas laporan Reuters.

Sebagai alternatif tentara, Pentagon merekomendasikan komponen militer National Guard yang lebih konvensional menghadapi krisis domestik diturunkan dan Trump tampaknya puas. Pejabat Pentagon meminta para gubernur mengirimkan pasukan National Guard ke Washington.

Esper juga menempatkan prajurit aktif dari 82nd Airborne Division dan unit-unit lain di seputar area Washington D.C. Para prajurit kini sudah kembali ke barak masing-masing.

"Menyiapkan prajurit aktif, walaupun tidak di dalam kota, cukup membuat presiden puas saat itu," kata si sumber.

Keinginan Trump menerjunkan militer menuai protes dari pejabat militer AS, termasuk mantan Menhan Trump, Jim Mattis hingga jenderal-jenderal bintang empat yang biasanya apatis.

Pada Rabu lalu, Esper mengadakan konferensi pers untuk menegaskan bahwa dirinya menentang rencana menurunkan militer. Sumber Reuters mengatakan Trump membentak Esper setelah konferensi pers tersebut. (fa/b1)

 

Demonstrasi AS Black Lives Matter Donald Trump