Manualle Luncurkan Kampanye Hijaukan Kembali Hutan di Taman Nasional GHS

josstoday.com

JOSSTODAY.COM - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan luasan hutan terlebat di dunia. Namun predikat tersebut terancam akibat deforestasi yang terus terjadi. Pada tahun 2019 tercatat dalam data Global Forest Watch bahwa Indonesia kehilangan 324 ribu hektare hutan. Hal ini tentu saja menghawatirkan bagi keberlangsungan hayati di negeri ini.

Untuk meredam laju deforestasi tentu peran pemerintah diharapkan, namun bukan berarti masyarakat juga berdiam diri. Masyarakat juga perlu untuk berperan aktif turut pula untuk mengampanyekan pentingnya hidup berdampingan dengan alam demi menjaga keberlangsungan kehidupan.

Menyadari hal ini, Manuallé sebagai brand yang lahir dari rahim semangat keberlanjutan alam ingin mengambil peran aktif untuk turut melestarikan hutan Indonesia. Manuallé memahami bahwa hutan bagi Indonesia adalah sumber kekayaan yang tidak bisa dieksploitasi begitu saja tanpa etika. Oleh karena itu Manuallé bekerja sama dengan Yayasan Lindungi Hutan Indonesia pada 1 Juli 2020 meluncurkan kampanye bersama dengan tajuk, “#Foresthic: Good Ethics for Natural Forest".

Kampanye bersama ini merupakan kerjama untuk kembali menghijaukan hutan di Taman Nasoinal Gunung Halimun Salak (TNGHS). TNGHS dipilih karena taman nasional ini berada di Jawa Barat yang saat ini berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK) termasuk dalam wilayah Merah dalam Indeks Kualitas Lahan pada tahun 2018. Warna merah artinya Jawa Barat berada di situasi "Waspada" tentang darurat deforestasi.

TNGHS sendiri saat ini membutuhkan rehabilitasi kembali pada 4.000 lebih hektare hutan yang rusak akibat penambangan liar dan longsor yang terjadi beberapa bulan lalu. Manuallé dan Yayasan Lindungi Hutan bekerjasama untuk mengembalikan hutan tersebut dengan menanam pohon trembesi di lahan tandus.

Tujuannya adalah agar lahan dapat kembali menjadi habitat alam yang sehat dan menjadi ruang kekayaan hayati di kawasan Jawa Barat.

Manuallé juga menyadari bahwa lestarinya alam adalah sebuah kemenangan bersama. Oleh karena itu kampanye #Foresthics merupakan kampanye yang juga melibatkan customer dari Manuallé yang merupakan pihak-pihak yang tengah merayakan kebahagiaan bersama.

"Kami ingin kebahagiaan customer kami yang tengah merayakan acara maupun pernikahan tidak hanya untuk kebahagiaan mereka atau para tamunya. Tetapi juga menjadi rasa ekspresi syukur pada alam. Itu sebabnya dengan para customer mempercayai Manuallé, maka kami berkomitmen pula untuk menanam pohon di Taman Nasional Gunung Halimun Salak," ujar CEO Manuallé, Gita Prayitno.
Harapannya, dengan kolaborasi Manuallé dan Yayasan Lindungi Hutan ini bisa menanam 1.000 hutan hingga satu tahun mendatang.

Tentang Manuallé

Manuallé merupakan sebuah Minimal Waste Wedding Platform dan brand product penyedia souvenir pernikahan ramah lingkungan untuk mengurangi dampak sampah pernikahan yang berasal dari Surabaya.

Sebagai platform pelopor pernikahan minim sampah di Indonesia, Manuallé menginisiasi berbagai kegiatan talkshow, seminar tatap muka, dan webinar online untuk memberikan sosialisasi dan edukasi dampak lingkungan dari limbah sisa pernikahan.

Dengan visi sadar dampak lingkungan akan limbah pernikahan ini, Manuallé ingin mengajak para calon pengantin mewujudkan pernikahan impian dengan kesadaran untuk melindungi bumi, sebagai rumah yang tak terganti bagi seluruh makhluk hidup. 

Taman Nasional GHS Kampanye Hijau Manualle