Menko PMK Apresiasi Gubernur Jatim Siapkan Rumah Pusat Observasi Covid-19

josstoday.com

Proses pembangunan gedung untuk melengkapi fasilitas Rumah Sakit Covid-19 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dengan menambahkan ruang observasi dan isolasi.

JOSSTODAY.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy mengapresiasi langkah Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyiapkan Rumah Pusat Observasi Covid-19 di Badan Pengembabgan Sumber Daya Manusi (BPSDM) Jatim.

Untuk itu, pusat obersevasi semacam ini akan diperbanyak dan diduplikasi di sejumlah daerah di Jatim, seperti di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik yang penambahan kasus Covid-19 nya masih cukup tinggi.

"Saya pagi sampai siang bersama Ketua Gugus Tugas Pusat dan Pangkogabwilhan II, turun ke Jatim untuk melakukan monitoring dan supervisi pada pelaksanaan penanganan percepatan penanggulangan covid-19 di Jatim," kata Muhadjir.

Sejumlah tempat yang didatangi di antaranya, pusat observasi Covid-19 di BPSDM Jawa Timur dan juga dilanjutkan ke RS Darurat Lapangan di Jalan Indrapura Surabaya.

Selama meninjau Rumah Pusat Observasi Covid-19 di BPSDM Jatim, Menko PMK bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat Doni Monardo, didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus, Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran dan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iriansyah, meninjau langsung tempat-tempat observasi dan juga fasilitas yang disediakan.

Rombongan dari Gugus Tugas pusat tersebut ingin memastikan bahwa semua pasien yang OTG (orang tanpa gejala) dalam kondisi pengawasan yang nyaman dan juga aman dari yang lain.

Tidak hanya itu, Gugus Tugas juga memastikan kecukupan tempat tidur dan fasilitas yang dimiliki sehingga pasien yang berada di dalam isolasi dan observasi tetap merasa nyaman dan tenang sehingga imunitas mereka juga akan meningkat.

"Ada langkah yang sudah diambil Ketua Gugus Tugas Pusat yaitu terkait prasarana. Akan ada dua tempat yang akan ditetapkan untuk tempat isolasi pada mereka yang berstatus PDP atau yang diduga punya potensi covid-19. Akan ada penambahan prasarana tempat isolasi serupa di Sidoarjo dan di Gresik," kata Muhadjir.

Dengan begitu harapannya dalam penanganan isolasi pasien covid-19, PDP dan yang potensi terkonfirmasi positif tidak menumpuk di beberapa tempat di Surabaya.

Sementara itu Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, sejak Mei hingga Juli 2020 sudah ada 645 orang yang diobervasi. Pada Kamis ini ada 37 orang sedang menjalani observasi.

"BPSDM disiapkan Ibu Khofifah sebagai Rumah pusat obervasi covid-19 untuk mengantisipasi masyarakat yang tidak memiliki ruang isolasi yang aman di rumah. Sehingga masyarakat tetap bisa melakukan isolasi mandiri dengan aman dan nyaman di sini," kata Aries.

Di BPSDM, pasien bisa menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang cukup untuk meningkatkan imunitas. seperti kolam pancing, jogging track, gym dan juga penunjang hiburan lainnya untuk menunjang imunitas mereka agar naik selama berada dalam observasi. (fa/b1)

Observasi covid-19 Gubernur Jatim