Kesulitan Redam Covid-19, Kinerja Pasar Modal Asia Tenggara Buruk

josstoday.com

JOSSTODAY.COM - Pasar modal di Asia Tenggara termasuk di antara pasar modal berkinerja terburuk di Asia Pasifik tahun ini karena sebagian besar tenggelam jauh di teritori negatif.

Indeks Komposit SET Thailand sejak awal tahun ini (year to date) terkoreksi 13,94 persen, indeks Straits Times Singapura turun 18,75 persen, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) minus 19,37 persen, Indeks PSEi Filipina turun 22,09 persen, FTSE Bursa Malaysia naik tipis 0,48 persen.

Melemahnya Asia Tenggara kontras dengan Asia Utara. Indeks CSI 300 Tiongkok naik lebih dari 10 persen. Sementara Taiwan Weighthed index naik lebih dari 1 persen.

Daryl Liew, chief investment officer REYL Singapura, mengatakan kinerja pasar modal Asia Tenggara buruk karena pemerintah-pemerintahnya kesulitan mengendalikan penyebaran Covid-19.

Indonesia memiliki jumlah Covid-19 terbanyak di Asia Tenggara dengan 86.500 kasus lebih,dan 4.000 lebih korban jiwa, disusul Filipina dengan 67.000 kasus dan 1.800 lebih korban jiwa.

Berbeda dengan Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan yang berhasil mengendalikan virus Covid-19. Tiongkok sudah berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19, demikian pula dengan Taiwan yang berhasil meredam Covid-19 tanpa bantuan WHO. Kasus harian Covid-19 di Hong Kong Sabtu kemarin naik ke rekor baru sehingga lockdown kembali diperpanjang. Indeks Hang Seng Hong Kong terkoreksi 2,44 persen ytd karena berbagai faktor, mulai dari Covid-19 hingga tensi dengan Tiongkok. (fa/b1)

Pasar Modal Asia Covid-19 IHSG