Bertambahnya Kasus Covid-19 di Bogor karena Meningkatnya Tes

josstoday.com

Ilustrasi

JOSSTODAY.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaporkan lonjakan kasus positif. Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kota Bogor menyebut meningkatnya jumlah kasus karena semakin masifnya tes.

Dalam dua hari terakhir, terjadi lonjakan 24 kasus baru pasien Covid-19. Dalam laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, pada Sabtu (8/8/2020), tercatat penambahan 12 kasus dan 3 pasien positif sembuh. Dengan demikian, jumlah pasien positif aktif berjumlah 110 kasus, pasien sembuh 207 kasus, dan meninggal tetap 21 pasien.

Sedangkan data terkini, Minggu (9/8/2020) sore dialporkan 12 kasus pasien baru dan 7 kasus pasien sembuh. Sehingga pasien positif aktif berjumlah 115, pasien sembuh 214 kasus, dan meninggal tetap 21 orang.

Juru Bicara Covid-19 Kota Bogor Sri Nowo Retno menuturkan, peningkatan kasus positif tidak serta-merta pemkot abai. Retno menjelaskan, bertambahnya kasus positif karena masif melakukan tes Covid-19. Hingga saat ini, pemkot telah melakukan 8.400 swab test.

Retno menyebut, setiap harinya pemkot secara massif melakukan tes Covid-19 dengan mengambil sebanyak 250 sampel khususnya di area-area publik. Setelah dilakukan tes cepat rapid, dinas akan melakukan assessment untuk dilakukan swab tes.

“Jadi konsekuensi masif swab, akan terjadi lonjakan pasien positif. Ketika ditemukan kita isolasi, lakukan tracing jadi kasus naik karena kegiatan aktif kita lakukan swab masif,” papar Retno, Minggu (9/8/2020).

Sama halnya dengan penemuan 6 klaster di Kota Bogor. Salah satunya, dari swab tenaga kesehatan di Rumah Sakit Azra. Ia meyakinkan, bila orang-orang yang terpapar itu telah dilakukan perawatan. Tes Covid-19 diperlukan untuk menekan penyebaran, mulai kontak pasien positif serta memetakan risiko di suatu tempat.

Soal pasien sembuh Retno menjelaskan, seseorang dinyatakan sembuh apabila telah dua kali melakukan tes Covid-19 lanjutan sebelum hasilnya negatif dan bisa dipublikasikan. Pada masa negatif itu pun, pasien sembuh masih diwajibkan melakukan isolasi secara mandiri.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempunyai target menguji 11.000 warga Kota Bogor untuk mengambil sampel penyebaran dan penanggulangan Covid-19. Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut, sesuai standar anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk melakukan uji 1 persen berbanding dari jumlah penduduk. Adapun jumlah penduduk Kota Bogor mencapai di atas 1 juta jiwa.

"Pemkot Bogor kini mempunyai laboratorium PCR untuk memenuhi target kita 11.000 swab sesuai standar WHO, yakni 1 persen dari jumlah penduduk. Sekarang sudah 8.400 swab, mungkin sekitar satu bulan lagi bisa 11.000 ya,” jelas Bima.

covid-19 virus corona