Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. (Foto: Istimewa)

josstoday.com

Joe Biden (kiri) dan Donald Trump.

JOSSTODAY.COM - Presiden Donald Trump dan pesaingnya dari partai Demokrat Joe Biden saling mengecam satu sama lain pada Senin (7/9) jelang akhir kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2020.

Trump menggambarkan Biden sebagai ancaman bagi ekonomi dan "bodoh", sedangkan Biden menyasar pada laporan Trump yang menyebut tentara AS yang gugur di Prancis sebagai para pecundang

Tahun 20018, Trump pernah berkunjung ke Paris dan diagendakan untuk ziarah ke makam tentara Amerika di Aisne Marne, Prancis. Di sana, setidaknya lebih dari 1.000 tentara Amerika dimakamkan saat Perang Dunia.

“Biden dan pasangannya yang sangat liberal (Kamala Harris), orang paling liberal di Kongres - bukanlah orang yang kompeten menurut saya, akan menghancurkan negara ini dan akan menghancurkan ekonomi ini,” kecam Trump saat konferensi pers Gedung Putih.

Presiden AS Donald Trump dan mantan wakil presiden Joe Biden saling kecam tentang vaksin Covid-19 dalam pidato Hari Buruh masing-masing. Presiden Trump bahkan sempat meminta calon dari Partai Demokrasi, Biden dan pasangannya, senator AS dari California Kamala Harris untuk "segera meminta maaf atas retorika anti-vaksin yang sembrono."

Trump juga menyebut Biden "bodoh" dan sering menyebut mantan wakil presiden itu sebagai "Sleepy Joe".Trump membalas pula bahwa laporan di The Atlantic adalah "tipuan". (is/b1)

Donal Trump Joe Biden