Mayoritas Warga AS Makin Tidak Percaya Penanganan Covid-19 oleh Trump

josstoday.com

JOSSTODAY.COM - Warga Amerika Serikat (AS) terus kehilangan kepercayaan pada Presiden Donald Trump dalam penanganan pandemi virus corona. Hal ini merupakan masalah yang mendominasi jelang Pemilu AS. Kepercayaan warga mencapai rekor terendah dalam jajak pendapat baru Reuters/Ipsos.

Jajak pendapat yang dirilis Selasa (6/10/2020) hingga Kamis (8/20/2020) setelah Trump terinfeksi Covid-19 dan dirawat di akhir pekan, menemukan 37 persen orang dewasa Amerika menyetujui penanganan pandemi oleh presiden dan 59 persen tidak setuju.

Peringkat persetujuan dengan selisih 22 poin adalah yang terendah dalam jajak pendapat sejak 2 Maret dan terus menurun selama 10 hari terakhir, karena penyakit Trump dan kembali bekerja di Gedung Putih mendominasi berita utama. Peringkat Trump pada masalah ini adalah selisih 11 poin dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos yang diambil pada 30 September- 1 Oktober.

Trump telah berulang kali menepis dampak buruk Covid-19. Menurutnya pandemi akan hilang dengan sendirinya. Dia juga mencela saingan dari Partai Demokrat Joe Biden karena mengenakan masker wajah. Padahal virus tersebut telah menewaskan lebih 210.000 orang di Amerika Serikat dan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Peringkat persetujuan yang anjlok adalah tanda yang tidak menyenangkan bagi Trump, yang tertinggal dari Biden dalam jajak pendapat menjelang Pemilihan Presiden 3 November. Biden menempatkan kesalahan penanganan Trump terhadap virus dalam kampanyenya untuk menolak presiden Republik untuk masa jabatan kedua di Gedung Putih.

Trump terus meremehkan bahaya penyakit pernapasan itu, bahkan setelah terinfeksi. Trump juga dikecam platform media sosial karena menyebarkan informasi yang salah soal Covid-19.

“Saya pikir ini adalah berkah dari Tuhan yang saya tangkap. Ini adalah berkah terselubung,” kata Trump dalam video yang diposting di akun Twitter-nya pada Rabu.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos dilakukan secara online, dalam bahasa Inggris, di seluruh Amerika Serikat. Survei disebar ke 1.331 orang dewasa AS antara 6-8 Oktober, dan memiliki interval kredibilitas, ukuran presisi, plus atau minus 3 poin persentase. (fa/b1)

 

 

Covid-19 Donald Trump