November, 9,1 Juta Orang Mulai Disuntik Vaksin Covid-19

josstoday.com

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

JOSSTODAY.COM - Pemerintah mempercepat pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai ketersediaan vaksin. Mulai November, sebanyak 9,1 juta orang rencana akan mulai divaksinasi. Mereka adalah kelompok masyarakat yang dianggap paling berisiko tinggi terpapar virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemkes), Dr Achmad Yurianto pada konferensi pers secara virtual, Senin (19/10).

Dilihat dari ketersediaannya, vaksin Covid-19 dari Sinovac, produsen Tiongkok, tidak bisa langsung tersedia sekaligus 320 juta dosis untuk 160 juta orang sesuai target imunisasi dari pemerintah. Ketersediaan vaksin di tahap awal adalah 9,1 juta untuk bulan November dan Desember 2020.

“Semua orang penting, tetapi harus diurutkan siapa yang didahulukan dan siapa berikutnya, Dari diskusi kami dengan berbagai pihak termasuk WHO, para ahli dan beberapa negara yang sudah melaksanakan vaksinasi, maka yang pertama dapat adalah tenaga kesehatan,” kata Yurianto.

Menurut Yurianto, dari 9,1 juta itu yang disuntik pertama adalah tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19. Mereka berisiko karena berhadapan langsung dengan pasien.

Kemudian petugas kesehatan di laboratorium rujukan pemeriksaan spesimen. Petugas lab juga berisiko tinggi karena setiap hari berhadapan langsung dengan virus.

Tenaga kesehatan lainnya adalah yang melakukan tracing contact atau pelacakan kontak untuk menemukan kasus baru. Jumlah kelompok ini diperkirakan hampir 2 juta orang.

“Jumlah tenaga kesehatan ini akan kami perbarui terus. Karena data tenaga kesehatan tidak hanya di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM), tetapi juga perlu pembaruan dari dinas kesehatan kabupaten dan kota. Kami konfirmasi betul agar jumlahnya tepat,” kata Yurianto.

Kelompok kedua yang juga mendapatkan vaksinasi pertama adalah petugas pelayanan publik. Misalnya aparat yang melaksanakan tugas operasional yustisia untuk penegakan protokol kesehatan, seperti kepolisian, TNI, dan Satpol PP.

Petugas layanan publik lainnya adalah pegawai yang memberikan layanan di bandara, stasiun, dan pelabuhan. Termasuk beberapa profesi atau pekerjaan lain yang berisiko dalam menghadapi kasus Covid-19.

“Jika (dosis) untuk 9,1 juta dinyatakan bermanfaat yang ditandai dengan surat pemberian izin penggunaan dalam kondisi darurat atau emergency use authorization dari Badan POM, dan surat dari Kementerian Agama serta Majelis Ulama Indonesia terkait kehalalan, maka sejumlah itulah yang akan kita lakukan penyuntikkan,” kata Yurianto.

Menurut Yurianto, penyuntikan tahap awal tersebut menggunakan vaksin yang diproduksi oleh tiga perusahaan vaksin dari Tiongkok. Vaksin dari tiga perusahaan ini sudah selesai uji klinik fase 3, dan bahkan telah digunakan.

Pertama, Sinovac, adalah vaksin dengan dosis ganda atau dua kali suntik. Badan POM sedang berada di Tiongkok untuk memperoleh data terkait hasil uji klinis fase 3, dan terkait penggunaannya di Tiongkok, Brasil serta beberapa negara lain.

BPOM, MUI, dan Kementerian Agama juga melakukan inspeksi terhadap proses pembuatannya terkait sertifikasi kehalalan.

Sinovac memberikan komitmen kepada Indonesia untuk membeli vaksin dalam bentuk sudah jadi sebanyak 3 juta dosis. Rencananya tahap pertama sebanyak 1,5 juta dosis dikirim November, dan 1,5 juta lagi di Desember. Vaksin ini bisa untuk menyuntik 1,5 juta orang. Satu orang disuntik dua kali, di mana rentang waktu pemberian pertama dan kedua adalah 14 hari.

Kedua, Sinopharm, perusahaan BUMN Tiongkok semacam Bio Farma di Indonesia.

Sinopharm sudah menyelesaikan uji klinis fase 3 di beberapa tempat, termasuk di Uni Emirat Arab dan Turki. Di Tiongkok vaksin ini digunakan untuk tenaga kesehatan di Tiongkok, dan sudah keluar izin emergency use authorization (EUA).

Izin yang sama juga sudah diberikan pemerintah Uni Emirat Arab, dan mereka sudah melakukan uji terhadap kehalalannya. Sinopharm berkomitmen mengirim 15 juta dosis pada Desember. Dengan dua kali suntik, maka ini bisa digunakan untuk 7,5 juta orang.

Ketiga, vaksin yang diproduksi Cansino. Vaksin single dosis atau satu kali suntik ini sudah digunakan tentara Tiongkok. Komitmen Cansino memberikan 100.000 dosis kepada Indonesia. (gus/b1)

covid-19 vaksin covid-19