Ini Profil Atlet E-Sports yang Uangnya Hilang Rp 20 M di Maybank

josstoday.com

Atlet e-sports Winda Lunardi alias Winda Earl (kiri). (Foto: Dok)

JOSSTODAY.COM - Nama atlet e-sports Winda Lunardi alias Winda Earl menjadi sorotan setelah kehilangan tabungan senilai Rp 20 miliar di PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia). Kasus ini membuat Kepala Cabang (kacab) Maybank Cipulir inisial A ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri.

Winda Earl merupakan atlet e-sports yang menekuni cabang Mobile Legends: Bang Bang. Winda yang lahir di Jakarta, 5 September 1994, mempunyai posisi atau peran sebagai tank/support dalam permainan.

Sebelum memperkuat EVOS Ladies, Winda sempat bergabung dengan Louvre pada 2018. Masih pada tahun yang sama, Winda memutuskan pindah ke Bigetron E-Sports. Beberapa bulan kemudian, Winda kembali pindah. Kali ini, BOOM E-Sports jadi pelabuhan selanjutnya. Hingga akhirnya, Winda bergabung dengan EVOS Ladies pada Agustus 2019 dan masih jadi bagian tim sampai kini.

Bersama EVOS, Winda telah mempersembahkan gelar Female Gaming League Mobile Legends Minor Series pada November 2019. Winda adalah putri dari pengusaha Herman Lunardi. Herman merupakan bos dari PT Sinar Bakti Union, sebuah perusahaan manufaktur di Jakarta.

Atas kasus ini, Winda berharap kasus ini segera bisa diselesaikan. “Terima kasih untuk perhatian dan dukungan dari teman-teman semua. Kami sekeluarga mohon doa-nya agar masalah ini segera ada penyelesaiannya,” tulis Winda di Instagram-nya, belum lama ini.

Sementara itu, pihak Maybank Indonesia sendiri membawa penyelesaian kasus ini ke pengadilan. Bank yang sahamnya dimiliki Maybank Group asal Malaysia ini mendapuk pengacara kondang Hotman Paris untuk menjadi kuasa hukum yang menangani kasus tersebut di meja hijau.

Menurut klaim Hotman, ada empat kejanggalan terkait tabungan Winda Earl di Maybank Indonesia. Pertama, Winda tidak memegang buku tabungan dan kartu ATM. Buku tabungan dan kartu ATM justru dipegang oleh Kacab Maybank Indonesia Cipulir. Hal itu terungkap dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang sudah dilakukan oleh pihak kepolisian.

Kedua, pembayaran bunga dari rekening pelaku. Kejanggalan kedua yakni korban tidak menerima pembayaran bunga dari Maybank Indonesia. Pembayaran bunga dilakukan dari rekening tersangka Maybank dan BCA.

Ketiga, rekening koran. Dalam pengakuan Winda Earl yang jadi korban, dirinya membuka rekening koran. Padahal kata Hotman, rekening koran (account statement) dan tabungan adalah dua hal yang berbeda.

Keempat, aliran dana ke rekening ayah korban, Herman. Hotman juga menyoroti adanya aliran dana ke rekening Herman. Dana yang masuk ke rekening Herman Lunardi sebelumnya mengalir ke salah satu perusahaan asuransi.

Seperti diberitakan, Mabes Polri akan memeriksa sejumlah saksi ahli dalam kasus tersebut. Namun polisi enggan berpolemik dengan pernyataan pihak Maybank melalui pengacaranya. Sebab hal itu sudah masuk dalam materi penyidikan. “Kami tidak akan berpolemik dengan apa yang disampaikan (Maybank) sebab apa yang disampaikan itu materi penyidikan. Keterangan korban, saksi, tersangka, dan barang bukti termasuk dengan TKP (tempat kejadian perkara) akan diurai penyidik,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Awi memastikan semua yang terlibat didalamnya akan diperiksa. Penyidik juga sudah dalam proses pemanggilan saksi ahli terkait perbankkan dari Universitas Trisakti, ahli bank dari OJK, dan ahli tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Polisi juga akan menelusuri aliran dana dan aset korban.

AT dijerat Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang (UU) 10/1998 tentang Perubahan Atas UU 7/1992 tentang Perbankan dan Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencuian Uang (TPPU). (fa/b1)

Atlit E-Sport pembobolan rekening Maybank Winda Earl Kasus Maybank