Jokowi Sambut Kerangka Kerja Sama ASEAN Travel Corridor Agreement

josstoday.com

Presiden Jokowi memberi keterangan pers di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (31/10/2020). (Foto: istimewa)

JOSSTODAY.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyambut baik rencana dikeluarkannya ASEAN Declaration on an ASEAN Travel Corridor Arrangement (TCA) Framework, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-37 ASEAN yang digelar secara virtual melalui konferensi video.

Pengaturan ASEAN TCA sebelumnya telah diusulkan Presiden Jokowi saat KTT ke-36 ASEAN, pada 26 Juni 2020. Menurut presiden, ASEAN TCA sangat penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan ASEAN, apalagi di masa pandemi Covid-19.

“Saya menyambut baik di KTT ini kita akan mengeluarkan ASEAN Declaration on an ASEAN TCA Framework. Untuk itu, rencana implementasi ASEAN TCA harus segera diwujudkan," kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato pada KTT Pleno ke-37 ASEAN dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (12/11/2020).

Untuk mewujudkan implementasi ASEAN TCA tersebut, Presiden Jokowi mendorong agar Dewan Koordinasi ASEAN dan Badan Sektoral ASEAN segera bergerak cepat dan efisien.

Menurut Jokowi, ASEAN perlu segera merealisasikan pembentukan jalur cepat sementara (temporary fast lane) dan protokol kesehatan saat keberangkatan dan kedatangan, pemanfaatan platform digital yang terintegrasi di kawasan, penentuan port of entry, serta ketentuan protokol kesehatan yang ketat.

"Saya harap ASEAN TCA ini dapat segera dioperasionalisasikan pada kuartal pertama tahun depan. Pengaturan tersebut akan memunculkan optimisme bahwa kegiatan ekonomi kita secara bertahap dapat diaktifkan kembali dengan secara disiplin menerapkan protokol kesehatan. Rakyat kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi, mereka ingin melihat kawasan kita segera bangkit," ujar presiden.

Di samping itu, Jokowi juga memandang optimisme lainnya yaitu penandatanganan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). RCEP berhasil ditandatangani setelah negara-negara ASEAN bernegosiasi selama kurang lebih 8 tahun.

"Kita harus buktikan bahwa integrasi ekonomi yang sangat besar ini akan membawa manfaat bagi rakyat kita," tutur Jokowi.

Dia menyampaikan pentingnya peran ASEAN dalam rangka menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Menurutnya, sangat normal di tengah rivalitas dua kekuatan besar dunia, masing-masing ingin menarik ASEAN untuk berpihak.

Menyikapi situasi itu, Presiden Jokowi mengatakan, ASEAN harus solid dalam menjaga keseimbangan, dan terus memperkokoh kerja sama yang saling menguntungkan, menegaskan kepada para mitra untuk menghormati Treaty of Amity and Cooperation, dan menghormati hukum internasional termasuk diantaranya UNCLOS 1982.

“Dengan soliditas dan komitmen kuat untuk memajukan kerja sama inklusif maka ASEAN tidak akan terjebak di antara rivalitas tersebut dan ASEAN akan dapat memainkan peran sentralnya dalam pengembangan kerja sama kawasan. Tentunya hal ini bukan merupakan hal mudah. Tapi saya yakin, dengan soliditas dan komitmen kuat kita akan dapat menjalankannya," kata Jokowi. (is/b1)

KTT ASEAN Pandemi covid-19