Kisruh Penyitaan Kapal Tanker, Korsel dan Iran Gagal Capai Kesepakatan

josstoday.com

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (kedua kanan) melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Pertama Menteri Luar Negeri Korea Selatan Choi Jong Kun di Teheran, Iran, pada Senin (11/1/2021). (Foto: AFP/Kementerian Luar Negeri Iran )

JOSSTODAY.COM - Korea Selatan (Korsel) dan Iran gagal mencapai kesepakatan atas penyitaan kapal tanker minyak oleh Garda Revolusioner Iran minggu lalu. Wakil Menteri Luar negeri Korsel Choi Jong-kun telah tiba di Teheran untuk meminta pembebasan MT Hankuk Chemi yang ditangkap pasukan Iran di dekat Selat Hormuz yang strategis.

Kunjungan Choi dilakukan setelah kedatangan Direktur Jenderal Uruan Afrika dan Timur Tengah Kemlu Korsel, Koh Kyung-sok. Meskipun dua kunjungan berturut-turut, otoritas Iran tetap tumpul atas permintaan Korsel mengenai pembebasan kapal Hankuk yang membawa 20 awak kapal termasuk lima warga Korsel dan dua warga negara Indonesia (WNI).

Di sisi lain, Iran dilaporkan menekan Seoul agar membuka dana yang dibekukan sehubungan sanksi Amerika Serikat (AS) senilai US$ 7 miliar (Rp 99 triliun). Choi melakukan pertemuan dengan Wakil Menlu Iran Abbas Araghchi sembari mendesak pembebasan kapal beserta awaknya.

“Wamenlu Choi memperbarui seruannya kepada Iran agar membebaskan kapal tanker minyak dan pelautnya,” sebut sumber seorang pejabat Kemlu Korsel, Selasa (12/1).

“Dia juga mendesak Iran untuk memberikan bukti yang mendukung klaimnya bahwa kapal itu mencemari laut,” lanjut pejabat tersebut.

Iran kembali mengulang klaimnya bahwa kapal itu ditangkap karena masalah teknis terkait pelanggaran aturan lingkungan, serta menyerukan pembebasan dana yang dibekukan oleh Seoul.

“Pembekuan sumber devisa Iran di Korea lebih disebabkan kurangnya kemauan politik dari pihak pemerintah Korsel dibandingkan sanksi AS,” kata Wamenlu Iran Abbas Araghchi seperti dikutip dari Kantor Berita Islam Republik (IRNA).

Aset Iran senilai US$ 7 miliar (Rp 99 miliar) yang tersimpan di dua bank Korsel dan dalam status dibekukan setelah Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Teheran pada 2018.

Seoul dan Teheran sudah membahas penggunaan uang tersebut untuk membeli peralatan medis senilai US$ 1 miliar (Rp 14,1 triliun), sedangkan Iran juga meminta pemakaian US$ 10 juta (Rp 141,4 miliar) atau lebih dari aset yang terkunci untuk membeli vaksin dari program multilateral COVAX. (fa/b1)

Iran Korsel Kapal Tanker Iran