Kasus Kematian Akibat Covid-19 di India Akan Berlanjut Hingga Pertengahan Mei

josstoday.com

Para kerabat korban virus corona telah mengumpulkan kayu-kayu untuk digunakan dalam tumpukan kayu pemakaman darurat di India. (Foto: Getty Images)

JOSSTODAY.COM - India pada Senin (26/4/2021) mencetak rekor baru untuk kasus infeksi Covid-19 dan kematian lagi. Seperti dilaporkan thestraitstimes, Senin (26/4/2021), studi penelitian Amerika Serikat (AS) memperkirakan kematian harian di India akan meningkat lebih jauh hingga pertengahan Mei.

Menurut satu studi oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington di AS, sekitar 200.000 lebih orang diperkirakan meninggal akibat Covid-19 di India selama tiga minggu ke depan sebelum jumlah kematian harian mulai turun,

Pada puncaknya yakni sekitar 16 Mei, proyeksi studi menunjukkan, India kemungkinan akan melihat lebih dari 13.000 kematian Covid-19 sehari.

Jumlah perkiraan itu lebih dari empat kali lipat dari 2.812 kasus kematian yang dilaporkan negara itu pada hari Senin, rekor tertinggi lainnya. Kematian baru telah mencapai rekor baru setiap hari selama seminggu terakhir.

Data kementerian kesehatan menunjukkan, infeksi harian juga mencetak rekor global baru untuk hari kelima berturut-turut, dengan 352.991 kasus dilaporkan dalam semalam.

Menurut studi IHME, lintasan kematian akibat virus corona harian negara dianggap sebagai indikator terbaik dari perkembangan pandemi, meskipun umumnya ada jeda 17 hingga 21 hari antara infeksi dan kematian.

Angka model proyeksi berbeda dari angka yang dilaporkan secara resmi karena memperhitungkan potensi kekurangan pelaporan di beberapa wilayah dan rata-rata beberapa data.

Secara keseluruhan, India telah melaporkan lebih dari 17 juta kasus virus corona dan lebih dari 195.000 kematian. Tetapi para ahli kesehatan mengatakan angka sebenarnya cenderung jauh lebih tinggi.

Direktur IHME Christopher Murray berkata dalam pengarahan pada penelitian Jumat (23/4) bahwa survei sero-prevalensi menunjukkan bahwa India mungkin mendeteksi kurang dari 5% dari total populasi yang terinfeksi.

"Artinya jumlah kasus yang terdeteksi perlu dikalikan 20 atau lebih untuk mengetahui jumlah infeksi yang terjadi di India," ujarnya.

Hampir satu dari setiap empat orang di India kemungkinan telah terinfeksi oleh virus corona, menurut laporan institut tersebut. Covid-19 telah menjadi penyebab kematian terbesar kelima di negara itu.

Model IHME menunjukkan jumlah total kematian akibat virus corona di India diproyeksikan mendekati 960.000 pada 1 Agustus. Tetapi sekitar 80.000 dari nyawa itu dapat diselamatkan jika 95% penduduk tetap menggunakan masker di depan umum. Menurut laporan studi, peluncuran vaksin yang diproyeksikan, jika terus berjalan, dapat menyelamatkan 85.600 nyawa lagi. (gus/b1)

Covid-19 Kasus Kematian Covid-19 India