Kehabisan Ruangan, Krematorium di India Bakar Jenazah di Taman dengan Kayu Bakar

josstoday.com

Pembakaran kayu bakar terlihat saat kremasi massal bagi mereka yang meninggal karena Covid-19 di krematorium di Delhi, India, pada Senin 26 April 2021. (Foto: Xinhua)

JOSSTODAY.COM - Sejumlah krematorium di ibu kota India, Delhi, terpaksa membangun tumpukan kayu bakar di taman dan tempat parkir untuk lokasi kremasi darurat. Seperti dilaporkan BBC, Rabu (28/4/2021), krematorium di New Delhi sudah kehabisan ruang untuk mengkremasi jenazahnya.

Staf bekerja sepanjang waktu, sementara taman dan ruang kosong lainnya telah digunakan untuk kremasi.

Pihak keluarga harus menunggu berjam-jam sebelum diizinkan untuk mengkremasi jenazah kerabat karena meningkatnya permintaan.

Kasus kematian telah melonjak di India saat gelombang kedua infeksi Covid-19 menghancurkan negara itu.

Meningkatnya jumlah kematian - 380 kasus tercatat di Delhi saja pada hari Senin (26/4) telah membuat krematorium sangat membutuhkan ruang.

Di krematorium ibu kota Sarai Kale Khan, setidaknya 27 tumpukan kayu baru telah dibangun dan puluhan lainnya sedang ditambahkan di taman terdekat. Pejabat juga mencari ruang tambahan di dekat dasar sungai Yamuna kota.

Kepada surat kabar The Hindu, seorang pekerja di krematorium, yang awalnya hanya berkapasitas 22 jenazah, mengatakan bahwa mereka beroperasi terus menerus dari pagi hingga tengah malam.

Di Delhi, pihak berwenang dilaporkan telah menebang pohon di taman kota untuk digunakan sebagai kayu bakar di tumpukan kayu pemakaman. Kerabat korban juga diminta membantu kremasi dengan menumpuk kayu dan membantu ritual lainnya.

Kepada surat kabar Indian Express, krematorium Ghazipur di Delhi Timur bahkan telah menambahkan 20 tumpukan kayu lagi di tempat parkir mobil. Seorang pejabat mengatakan bahwa ada waktu tunggu tiga hingga empat jam untuk kremasi, dengan setiap jenazah membutuhkan waktu hingga enam jam untuk dibakar.

Situasi krisis serius juga terjadi di krematorium lain. Sunil Kumar Aledia, yang menjalankan Center for Holistic Development, satu organisasi yang menyediakan bantuan oksigen, makanan dan kremasi, mengatakan kepada BBC bahwa beberapa tidak memiliki ruang untuk berkembang.

Permintaan kremasi kemungkinan akan tetap tinggi. Di Delhi - dengan populasi sekitar 20 juta orang - rumah sakit penuh dan oksigen medis langka.

India Krematorium Jenazah Covid-19