Presiden Jokowi Kecewa Dana APBD Rp 182 Triliun Diparkir di BPD

josstoday.com

JOSSTODAY.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekecewaannya di hadapan para kepala daerah – gubernur, bupati, dan wali kota karena dana APBD sebesar Rp 182 triliun diparkir di Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Presiden Jokowi mengatakan, mendekamnya dana APD di BPD telah mengerem pertumbuhan ekonomi.

“Jadi, transfer dari pusat ke daerah itu tidak dibelanjakan, tapi ditaruh di bank. Ini yang menyebabkan mengerem laju pertumbuhan ekonomi. Hati-hati pada akhir Maret, saya melihat di perbankan daerah, ada Rp 182 triliun. Tidak semakin turun malah semakin naik. Naik 11,2%. Artinya, tidak segera dibelanjakan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada seluruh kepala daerah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Ia mengatakan beralasan apabila ekonomi daerah sulit tumbuh, sebab para kepala daerah hanya menyimpan dana transfer pusat ke daerah di BPD.

Presiden Jokowi menyatakan telah menginstruksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk mengingatkan seluruh kepala daerah agar secepatnya membelanjakan APBD.

“Bagaimana pertumbuhan ekonomi daerah mau naik kalau uangnya disimpan di bank. Hati-hati, saya sudah sampaikan bolak-balik kepada Mendagri untuk mengingatkan semua daerah agar men-segera-kan belanja APBD, baik belanja aparatur maupun belanja modal,” katanya.

Menurut Presiden Jokowi belanja modal menjadi faktor terpenting karena dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peredaran uang dalam jumlah besar di daerah.

“Hati-hati, Rp 182 triliun adalah uang yang sangat gede sekali. Ini kalau segera dibelanjakan, uang yang berputar di masyarakat akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang tidak kecil,” katanya. (is/b1)

 

 

Jokowi Dana APBD BPD APBD