Israel-Palestina Gencatan Senjata, Suara Tembakan Perayaan Terdengar di Gaza

josstoday.com

Jemaah Muslim Palestina menyerukan dukungan kepada Hamas setelah salat Jumat di Masjid al-Aqsa di Yerusalem, 14 Mei 2021. (Foto: AFP)

JOSSTODAY.COM - Gencatan senjata yang sangat diantisipasi antara Israel dan militan Hamas yang mengusai Jalur Gaza Palestina secara resmi mulai berlaku pada Jumat (21/5/2021) pada pukul 2 pagi waktu setempat, atau sekitar pukul 6 pagi WIB.

Wartawan AFP melaporkan, terdengar suara tembakan perayaan yang di jalan-jalan Gaza. Sementara itu, tidak ada roket Hamas yang ditembakkan ke Israel dalam beberapa menit setelah gencatan senjata dimulai, yang berusaha untuk mengakhiri 11 hari bentrokan mematikan.

Gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir, termasuk kelompok bersenjata paling kuat kedua di Gaza, Jihad Islam, diumumkan pada hari Kamis setelah tekanan internasional yang meningkat untuk membendung pertumpahan darah.

Presiden AS Joe Biden menyambut gencatan senjata tersebut.

"Saya yakin kami memiliki kesempatan sejati untuk membuat kemajuan dan saya berkomitmen untuk mengupayakannya," kata Biden di Gedung Putih, memuji peran Mesir dalam menengahi perjanjian tersebut.

Sebuah pernyataan dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Kabinet keamanan telah "dengan suara bulat menerima rekomendasi dari semua pejabat keamanan ... untuk menerima inisiatif Mesir untuk gencatan senjata bersama tanpa prasyarat".

Hamas dan Jihad Islam sepakat gencatan senjata dimulai pada Jumat ini sekitar pukul 2 dini hari waktu setempat.

Pernyataan Israel mengatakan kampanye (serangan) udaranya telah membuat pencapaian "belum pernah terjadi sebelumnya" di Gaza, wilayah yang telah diblokade sejak 2007, tahun pengambilalihan Hamas.

"Pimpinan politik menekankan bahwa kenyataan di lapanganlah yang akan menentukan masa depan operasi tersebut," tambahnya.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada Kamis (20/5/2021) waktu setempat, dia akan siap kapan saja untuk pergi ke Israel, ke Timur Tengah, jika itu akan membantu tujuan bergerak melampaui kekerasan dan membantu untuk bekerja dalam meningkatkan kehidupan bagi orang Israel dan Palestina. (gus/b1)

 

Palestina Israel Hamas Genjatan Senjata