AS Membeli Setengah Miliar Dosis Vaksin Pfizer Untuk Negara Termiskin

josstoday.com

Presiden Joko Widodo bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto: Twitter Presiden Jokowi.)

JOSSTODAY.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Kamis (10/6/2021) akan mengumumkan sumbangan "bersejarah" AS berupa setengah miliar dosis vaksin Covid-19 untuk 92 negara miskin, menurut pernyataan perwakilan Gedung Putih.

Pemerintah AS membeli 500 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech, termasuk 200 juta dosis yang ditetapkan untuk dikirimkan ke seluruh dunia pada akhir tahun ini. Sisanya akan dikirim paling lambat Juni 2022, perwakilan Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Pembelian dan donasi vaksin terbesar yang pernah dilakukan oleh satu negara (ini akan) membantu meningkatkan perjuangan global melawan pandemi," kata pernyataan perwakilan Gedung Putih, Kamis (10/6/2021).

Biden, sementara itu, tengah menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 di Inggris minggu ini. "Juga akan menyerukan demokrasi global dunia untuk melakukan bagian mereka dalam berkontribusi pada pasokan global vaksin yang aman dan efektif," jelasnya.

Pemerintah AS mendapat kecaman karena menimbun stok vaksin yang tidak terpakai dalam jumlah besar. Sebelumnya, pemerintah mengatakan pada awalnya stok diperlukan sebagai tindakan pencegahan dalam programnya untuk memberikan vaksin kepada warga AS.

Namun, dengan tingkat vaksinasi domestik sekarang telah mencapai 64% orang dewasa yang menerima setidaknya satu dosis, pemerintah AS bergerak cepat untuk merebut kembali kepemimpinan global dalam masalah ini.

Menolak isu bahwa pemerintah AS terlibat dalam apa yang disebut kontes diplomasi vaksin dengan Rusia dan Tiongkok, perwakilan pemerintah menggambarkan inisiatifnya sebagai kembalinya aksi multilateral setelah kepemimpinan nasionalis isolasionisme era kepresidenan Donald Trump.

Lonjakan sumbangan baru yang sangat besar ini bertujuan untuk menyelamatkan nyawa dan mengakhiri pandemi, kata Gedung Putih.

"Amerika Serikat menggunakan kekuatan demokrasi kita, kecerdikan ilmuwan Amerika, dan kekuatan manufaktur Amerika untuk mengalahkan pandemi secara global dengan membantu memvaksinasi dunia," terangnya.

Vaksin akan didistribusikan melalui program Covax internasional untuk bangsa berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah.

Pengumuman itu muncul di atas janji sebelumnya untuk menyumbangkan sekitar 80 juta vaksin pada akhir Juni, berikut kontribusi US$ 2 miliar untuk pendanaan COVAX.

"Presiden Biden telah menjelaskan bahwa perbatasan tidak dapat mencegah pandemi ini dan telah bersumpah bahwa bangsa kita akan menjadi gudang senjata vaksin," kata pernyataan itu.

Biden mengisyaratkan pengumuman pada Rabu (9/6) sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One menuju Inggris untuk bertemu sesama pemimpin G7 dari Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang.

"Saya punya satu (strategi) dan saya akan mengumumkannya," jawab Biden, ketika ditanya apakah ia memiliki strategi vaksin untuk dunia.

The New York Times mengatakan, Biden akan muncul bersama CEO Pfizer Albert Bourla untuk membuat pengumuman.

Kesepakatan itu akan membuat pemerintah AS membayar harga "bukan untuk keuntungan" dari dosis, menurut laporan media AS. (afp/b1)

Presiden AS Joe Biden Vaksin pfizer