Sapa Calon Wisudawan, Direktur Titian Kreatif: Pemimpin Cerdas Adalah Yang Mampu Membangun Legacy

josstoday.com

JOSSTODAY.COM - Pemimpin cerdas adalah mereka yang mampu membangun legacy dan memiliki nilai manfaat jangka panjang. Demikian pernyataan pengusaha dan pegiat sosial, Irfan Arif Abdillah, saat menjadi pembicara dalam acara pembekalan calon wisudawan periode Juni 2021 yang digelar Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Kamis (24/6/2021). Acara yang digelar secara daring ini mengangkat tema “Be Smart Leader; Build Strong Legacy”.

Direktur PT Titian Kreatif Solutama ini mengatakan, pemimpin harus dapat memaksimalkan jam kerja dengan belajar untuk mendelegasikan, membuat prioritas, dan berusaha menyederhanakan sebuah misi atau tugas. Selain itu, tanggung jawab utama pemimpin adalah membimbing dan mengawasi anggota atau karyawan saat mereka menyelesaikan pekerjaan, bukan melakukan semuanya sendiri.

“Terdapat mitos yang menganggap keberhasilan dan nilai di tempat kerja diukur dari seberapa lama mereka di kantor, bahkan menambah jam kerja dengan kerja lembur. Serta, berapa banyak waktu yang mereka habiskan di luar kantor untuk melakukan pekerjaan yang sebenarnya bisa di delegasikan,” ujar alumni S1 Manajemen dan S2 Magister Manajemen Unair ini.

“Anggapan ini mengakibatkan para pemimpin sering stress dan burn out sendirian, bahkan dari tugas yang kecil sekalipun. Menurut pendiri Forum Business Advice AskRoxi.com Roxana Hewerton, pemimpin yang efektif tahu bagaimana menyelesaikan pekerjaan dengan jumlah waktu yang wajar dan menjaga kehidupan pribadi serta secara keseluruhan terintegrasi dengan baik dengan kehidupan kerja mereka,” sambung Irfan, sapaan akrabnya.

Dia pun mengutip pernyataan Theodore Roosevelt yang menyatakan, pemimpin itu bekerja secara terbuka, sedangkan atasan bekerja secara tersamar. Pemimpin melakukan pekerjaan memimpin, sedangkan atasan mengemudi (hanya bisa memerintah). Irfan juga menambahkan, pemimpin yang bertindak seperti manajer sebetulnya sedang menumpuk pekerjaan yang tidak perlu di atas mejanya. Tindakan tersebut malah membuat seseorang akan menjadi micromanager yang sombong.

Hindari Micromanagement

Micromanagement adalah sebuah sikap kepemimpinan yang dianggap dapat berdampak buruk terhadap kinerja karyawan. Metode yang identik dengan control berlebih dari atasan ini dapat menghambat produktivitas serta moral para pekerja, karena berusaha melibatkan diri dan ikut campur dalam setiap tugas timnya.

“Sadarilah bahwa tidak selamanya Anda menjadi orang terbaik yang dapat melakukan setiap tugas yang ada di kantor. Tidakadaseorangpun yang bersediabekerja untuk sebuahorganisasi yang dipimpinseorangmicromanager,” tegasIrfan.

Dia mengungkapkan, ciri-ciri micromanager adalah tidak pernah puas dengan hasil kerja tim, sulit memberikan apresiasi, emosi yang berlebihan, dan terlalu fokus pada detil progress pekerjaan. “Micromanager juga selalu ingin tahu di mana timnya dan apa yang sedang dikerjakan. Serta menuntut update secara terus-menerus dari timnya (posesif). Ini leader atau pacar? hehe,” tutur Irfan disambung dengan tertawa.

 

Be Smart Leader

Kepada calon wisudawan S1, S2 dan S3 Manajemen FEB Unair yang akan diwisuda pada 26 Juni 2021 ini, Irfan juga mengucapkan selamat. Tidak mudah sampai pada titik ini. Namun, Irfan juga mengingatkan bahwa tugas sebagai pemimpin justru baru dimulai. Lulusan Manajemen FEB Unair diharapkan dapat berkiprah lebih baik dan lebih luas lagi di berbagaisektor, dengan menjadi smartleader. Baik di sektorprivat, sektor publik, maupun sektor ketiga.

Smart leader adalah pemimpin dengan visi yang jelas dan terukur, melakukan delegasi dengan efektif, memberikan beban tugas yang proporsional dan batas waktu yang cukup serta tidak mengambil keputusan sendiri kecuali telah membukakan saran dan masukan dari timnya. Mampu menggunakan sumber daya dengan tepat dan optimal, serta memiliki nilai yang selalu diperjuangkan.

“Smart leader juga mendorong karyawan berbakat agar memiliki loyalitas tinggi dan mengembangkan anggota (employee retention and empowerment). Smart leader memiliki semangat membangun aset bukan hanya laba, memperbesar dampak dan berinvestasi pada komunitas. Serta, membangun usaha yang bisa diwariskan (legacy) dan memiliki nilai mafaat yang melebihi usia kita,” pungkasnya. [red]

Unair Pembekalan Wisudawan FEB Unair Irfan Arif Abdillah Titian Kreatif