Hadiri PKKMB Unkris, Menteri Nadiem Minta Mahasiswa Manfaatkan Program MBKM

josstoday.com

Nadiem Makarim

JOSSTODAY.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengajak seluruh mahasiswa untuk ambil bagian dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus selama 3 semester tanpa harus dirugikan oleh aturan yang ada.

“Kemdikbudristek memberikan hak dan kesempatan kepada seluruh mahasiswa untuk belajar, baik di luar program studi (prodi) maupun di luar kampus, selama tiga semester,” ujar Menteri Nadiem dalam video sambutan pembukaan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Senin (13/9/2021).

PKKMB Unkris tahun ajaran 2021-2022 digelar secara virtual. Lebih dari 1.000 mahasiswa baru dari berbagai program studi dan fakultas mengikuti rangkaian PKKMB yang berlangsung selama 3 hari tersebut. Ikut hadir secara virtual selain Nadiem adalah Rektor Unkris Ayub Muktiono, anggota Komisi X DPR Ferdiansyah, para wakil rektor, para dekan, dosen dan ketua lembaga yang ada di lingkungan Unkris.

Menurut Nadiem, ada banyak program yang bisa diikuti oleh mahasiswa melalui MBKM tersebut, mulai dari magang di perusahaan atau organisasi-organisasi sosial, membangun desa, melakukan riset dan mengerjakan proyek kemanusiaan. Selain itu, mahasiswa dapat merancang dan merintis wirausaha, melakukan pertukaran di dalam maupun luar negeri, atau mengajar di sekolah SD dan SMP melalui program Kampus Mengajar.

“Semua program ini kami rancang untuk memberikan peluang kepada mahasiswa dengan keragaman minat dan ketertarikan untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman yang tidak didapatkan dalam kelas. Pengalaman-pengalaman itu akan menjadi kendaraan dan bekal kalian untuk meraih mimpi masa depan,” lanjut Nadiem.

Disebutkan, keunggulan dari program itu mahasiswa tidak perlu mengorbankan masa studinya. “Kami mewajibkan perguruan tinggi untuk menerapkan transfer kredit dengan hitungan 20 SKS untuk setiap program Kampus Merdeka,” papar Nadiem.

Rektor Unkris Ayub Muktiono mengucapkan selamat bergabung di kampus legendaris kepada mahasiswa baru. Unkris kata dia, merupakan salah satu kampus yang banyak melahirkan tokoh yang berkiprah baik ditingkat nasional maupun internasional.

“Kita patut berbangga karena alumni Unkris telah turut serta mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara Republik Indonesia, baik itu tokoh di bidang hukum, ekonomi, politik, dan sebagainya. Oleh karena itu, kalian patut bersyukur dapat bergabung dengan Unkris,” kata Ayub.

Selain adaptasi model belajar, Rektor mengingatkan bahwa penting bagi mahasiswa untuk beradaptasi dalam hal pergaulan. Sebagai manusia dewasa, mahasiswa harus pandai bergaul dan pintar memilih teman.

Mahasiswa juga harus mengubah gaya dalam mengelola manajemen diri. Mahasiswa harus mampu mengatur diri sendiri, berdisplin, mengatur waktu sehingga waktu yang ada tidak terbuang sia-sia.

Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah mengingatkan pentingnya mahasiswa baru untuk mencermati situasi, baik pada saat pandemi Covid-19 maupun nanti pascapandemi. Setiap mahasiswa harus mampu menjawab tantangan yang ada.

Untuk menjadi sukses, Ferdiansyah yang juga alumnus Unkris dari Fakultas Ekonomi menjelaskan, ada beberapa kunci penting yang harus dipegang oleh mahasiswa. Mahasiswa harus selalu responsif dan bukan reaktif.

Mahasiswa juga harus mampu mengeksplorasi hal-hal baru untuk menyiasati kondisi pandemi yang entah kapan akan berakhir. “Penting pula bagi mahasiswa untuk memiliki komitmen dan selalu fokus pada apa yang dikerjakan. Selalu semangat untuk mengeksekusi apa yang direncanakan,” kata Ferdiansyah.

Wakil Rektor III Unkris Parbuntian Sinaga menambahkan, meski kegiatan PPKMB dilaksanakan secara virtual, tetapi semua bisa berjalan dengan baik dan lancar. Mahasiswa baru yang tercatat lebih dari 1.200 orang mengikuti rangkaian kegiatan PPKMB yang digelar selama 3 hari. Setelah PPKMB tingkat universitas, kegiatan serupa akan dilakukan di tingkat fakultas.

menteri pendidikan Nadiem Makarim Mendikbudristek