Hari Pertama, 10 Parpol Daftar sebagai Calon Peserta Pemilu 2024 ke KPU

josstoday.com

JOSSTODAY.COM - KPU membuka pendaftaran bagi parpol calon peserta Pemilu 2024. Pada hari pertama pendaftaran bagi partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2024, Senin (1/8/2022), terdapat 10 parpol akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka yakni, PDIP, Partai Nasdem, PKS, PPP, Partai Bulan Bintang, Partai Gelora, Partai Keadilan dan Persatuan, Partai Reformasi, Partai Persatuan Indonesia, Partai Rakyat Adil Makmur. Tahapan pendaftaran parpol ini akan berlangsung mulai 1 Agustus 2022 hingga 14 Agustus 2022.

Advertisement

Dalam proses pendaftaran tersebut, terdapat tiga kategori parpol sebagaimana disebutkan dalam putusan MK dan UU 7/2017 tentang Pemilu.

Tiga kategori tersebut adalah parpol peserta Pemilu 2019 yang lolos parliamentary threshold (PT) alias yang punya kursi di DPR, parpol peserta Pemilu 2019 yang tidak lolos PT atau tidak punya kursi di DPR RI (parpol non parlemen) dan partai baru.

Parpol peserta Pemilu 2019 yang lolos PT atau punya kursi di DPR, harus mendaftar dan dilakukan verifikasi administrasi. Sementara, parpol nonparlemen dan parpol baru, harus mendaftar dan mengikuti verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.

Dengan demikian, pada tahapan pendaftaran, KPU memeriksa kelengkapan dokumen parpol.

Ketua KPU, Hasyim Asy'ari sebelumnya mengingatkan parpol calon peserta Pemilu 2024 mengenai kelengkapan dokumen pendaftaran pada saat mendaftarkan diri ke KPU.

"Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menentukan bahwa untuk mendaftar ada dua hal, menyerahkan surat pendaftaran dan menyerahkan dokumen persyaratan secara lengkap," ujar Hasyim saat konferensi pers di Ruang Media Center, Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/7/2022).

Surat pendaftaran, kata Hasyim, harus ditandatangani oleh ketua umum dan sekjen partai. Sementara dokumen pendaftaran yang diserahkan harus dokumen yang lengkap. Jika dokumen pendaftaran parpol tidak lengkap, maka parpol tersebut tidak bisa daftar menjadi calon peserta Pemilu 2024.

"Jadi, yang diperiksa pada saat pendaftaran adalah dokumen lengkap atau tidak lengkap. Jika lengkap, maka keluar berita acara dokumen pendaftaran parpol lengkap, lalu sehari sesudahnya langsung diverifikasi administrasi," tutur dia.

"Kalau tidak lengkap maka kemudian berita acaranya yang menyatakan bahwa dokumen pendaftaran tidak lengkap dan dinyatakan tidak dapat didaftar sebagai konsekuensinya," kata Hasyim menambahkan.

Hasyim kemudian mengungkapkan, dokumen persyaratan dinyatakan lengkap jika memenuhi persyaratan, antara lain, pertama memiliki pengurus di tingkat pusat yang dibuktikan dengan surat keputusan Kementerian Hukum dan HAM tentang badan hukum. Kedua, memiliki pengurus di semua provinsi.

"Ketiga, memiliki pengurus di 75% kabupaten/kota di masing-masing provinsi, kemudian memiliki pengurus di tingkat kecamatan minimal 50% dari jumlah kecamatan yang ada di 75% kabupaten kota tadi. Kemudian memiliki anggota minimal 1.000 atau 1/1000 dari jumlah penduduk di 75 persen kabupaten kota tadi. Kemudian memiliki kantor tetap," kata Hasyim.

parpol KPU Pemilu 2024