Meriahkan Hari Santri 2025, SMPN 46 Surabaya Ajak Siswa Teladani Akhlak Rasulullah
Surabaya, JOSSTODAY.COM - Suasana pagi di kawasan sekitar SMP Negeri 46 Surabaya tampak semarak pada peringatan Hari Santri Nasional 2025. Sejak pukul 07.00 WIB, halaman sekolah mulai dipadati oleh ratusan siswa yang mengenakan busana khas santri. Dengan membawa bendera merah putih dan spanduk bertuliskan pesan-pesan religius, para siswa tampak berbaris rapi bersiap mengikuti Kirab Santri yang digelar secara meriah.
Kirab tersebut menjadi pemandangan menarik di sepanjang jalan sekitar sekolah. Para peserta tidak hanya berjalan bersama, tetapi juga bershalawat dan melantunkan yel-yel islami yang menggugah semangat. Warga sekitar pun tampak antusias menyaksikan rombongan santri kecil yang berjalan penuh semangat, membawa pesan perdamaian dan cinta Rasulullah.
Menurut panitia pelaksana, kegiatan Kirab Santri 2025 ini merupakan bentuk nyata dari upaya sekolah dalam memperkuat karakter religius di kalangan peserta didik. Melalui kegiatan yang dikemas dengan semangat kebersamaan, para siswa diajak untuk memahami nilai-nilai perjuangan santri dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kirab, kegiatan juga diisi dengan tausiyah singkat dan doa bersama yang dipimpin oleh guru Agama Islam. Dalam tausiyah tersebut disampaikan pentingnya meneladani kesederhanaan, kejujuran, dan tanggung jawab sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Momen ini menjadi refleksi bersama agar siswa tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter spiritual yang kuat.
Kegiatan Hari Santri di SMP Negeri 46 Surabaya juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara guru, siswa, dan orang tua. Banyak orang tua yang hadir untuk mendukung anak-anak mereka, memberikan semangat, dan ikut menyaksikan prosesi kirab dari pinggir jalan. Suasana keakraban terasa jelas di tengah lantunan shalawat yang mengiringi langkah peserta.
Bagi para siswa, pengalaman ini menjadi kenangan berharga. Mereka tidak hanya belajar tentang sejarah Hari Santri, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai cinta tanah air, disiplin, dan tanggung jawab dalam kebersamaan. Beberapa siswa mengaku bangga bisa tampil dan ikut berpartisipasi langsung dalam kegiatan yang bernuansa islami dan nasionalis ini.
Guru-guru pun terlihat turut berbaur dalam barisan kirab. Dengan penuh semangat, mereka mendampingi siswa dari awal hingga akhir acara. Bagi para pendidik, kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran karakter yang tidak bisa diperoleh hanya dari ruang kelas. Nilai-nilai seperti kerja sama, saling menghargai, dan tanggung jawab sosial tercermin dalam kegiatan lapangan seperti ini.
Menurut pihak sekolah, Hari Santri bukanlah sekadar acara tahunan yang bersifat seremonial. Lebih dari itu, peringatan ini adalah momentum penting untuk membangun kesadaran spiritual dan moral di lingkungan pendidikan. SMP Negeri 46 Surabaya berkomitmen menjadikan momen ini sebagai bagian dari budaya sekolah yang menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah dan semangat nasionalisme.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh makna. Aparat keamanan turut membantu mengatur lalu lintas, sementara guru-guru piket memastikan jalannya acara tetap kondusif. Tidak sedikit masyarakat sekitar yang memuji inisiatif sekolah, karena kegiatan ini tidak hanya memberi contoh positif bagi siswa, tetapi juga menyebarkan energi positif bagi lingkungan.
Setelah kirab dan doa bersama, acara ditutup dengan pembacaan pesan moral oleh perwakilan siswa. Dalam pesannya, siswa mengajak teman-temannya untuk terus meneladani perjuangan para santri dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Suasana haru dan bangga terasa ketika seluruh peserta mengucapkan selawat penutup bersama-sama.
Peringatan Hari Santri 2025 di SMP Negeri 46 Surabaya menjadi bukti nyata bahwa semangat santri dan nilai-nilai keislaman bisa tumbuh subur di lingkungan pendidikan umum. Dengan kegiatan seperti ini, sekolah berupaya membentuk generasi muda yang religius, berilmu, dan berjiwa nasionalis.
Menutup kegiatan, Kepala Sekolah SMP Negeri 46 Surabaya, Ani Musafa’ah, M.Pd, menyampaikan pesan bahwa menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah harus dilakukan melalui pembiasaan dan keteladanan nyata.
“Menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya lewat kata-kata, tapi lewat pembiasaan dan keteladanan. Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi santri modern yang berilmu, berakhlak, dan cinta Indonesia,” ujarnya penuh semangat.)***AP.
HARI SANTRI 2025 SMPN 46 SURABAY SPENFORSIX