SKK Migas Terus Kembangkan Proyek Hulu

josstoday.com

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyar, di sela pertemuan dengan pers Senin (11/12/2017). (Foto: Maratus Sholehah)

JOSSTODAY.COM - Satuan Khusus Kerja Minyak dan Gas (SKK Migas) Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa) memproyeksikan hingga 10 tahun ke depan cadangan minyak dan gas di tanah dimungkinkan habis. Untuk itu, SKK melakukan percepatan proyek strategi hulu migas sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 58 tahun 2017 tentang pengelolaan Migas. 

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyar, di sela pertemuan dengan pers Senin (11/12/2017), mengatakan, migas akan habis apabila tidak ada pengelolaan yang benar. 

Untuk itu, SKK sedang menggarap empat proyek hulu permasalahan ini diantaranya proyek Masela Ambon, Proyek Tangguh Papua, proyek yang ada di Sulawesi dan proyek pengembangan lapangan gas unitasi (JTB) Bojonegoro. 

"Kami harapkan JBT menyumbang 200 ribu sampai 280 ribu barel," kata dia.

Sekarang ini, produksi minyak di Indonesia mencapai 800 ribu barel per hari. Sedangkan, wilayah Jabanusa menjadi salah satu penyumbang terbesar migas nasional. "Jabanusa menyumbang 25 hingga 30 persen minyak dan gas negara ke negara," kata dia

Diharapkan industri migas tetap dapat menyumbang keuangan negara. "Semua pihak dapat memberikan sumbangsih untuk pengelolahan yang lebih baik guna kesejahteraan masyarakat Indonesia," pungkas dia. (ru/tus)

minyak gas minyak dan gas