Antisipasi Kejahatan Terorganisasi, Danseskoal Tawarkan Pembentukan MSCC
Komandan Sekolah Staf Komando TNI Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda Amarulla Octavian berbicara pada seminar internasional tentang peningkatan kerja sama bidang pertahanan dan keamanan antara Uni Eropa dan ASEAN di Jakarta, Rabu, 28 November 2018.
JOSSTODAY.COM - Komandan Sekolah Staf TNI Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda Marulla Octavian mengingatkan perlunya langkah antisipatif untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan teroganisasi di masa depan, khususnya di kawasan maritim. Oleh karena itu, dia menawarkan konsep dan mekanisme baru melalui pembentukan Maritime Security Coordination Center (MSCC).
Hal itu dikatakan Laksma Octavian dalam seminar internasional yang membahas peningkatan kerja sama bidang pertahanan dan keamanan antara Uni Eropa dan ASEAN di Jakarta, Rabu (28/11). Seminar diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, yakni pada 26-28 November 2018 di Jakarta.
Seminar Keamanan dan Pertahanan Uni Eropa-ASEAN kali ini merupakan yang keempat. Seminar merupakan bentuk nyata kerja sama antara Universitas Pertahanan (Unhan) dan European Security and Defence College (ESDC) dalam rangka perwujudan Unhan sebagai World Class Defense University.
Peserta seminar internasional adalah para pejabat perwakilan dari 28 negara anggota Uni Eropa dan 10 negara anggota ASEAN, baik dari kalangan militer maupun nonmiliter. Selain itu, hadir pula pejabat Komisi Uni Eropa dan Sekretariat ASEAN. Para akademisi dari beberapa perguruan tinggi dunia, pakar, dan praktisi juga ikut berinteraksi membahas berbagai isu pertahanan dan keamanan dunia terkini.
Pada kesempatan itu, Laksma Octavian menjadi pembicara pada hari ketiga dengan paparan makalah berjudul Countering Organized Crime and Managing Maritime Security in Indonesia. “Berbagai bentuk kerja sama keamanan maritim antara TNI AL bersama instansi lain di dalam dan luar negeri menunjukkan efektifitas dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Dikatakan, sesuai Hukum Laut Internasional 1982 dan berbagai peraturan perundangan nasional, maka TNI AL dan Bakamla merupakan dua institusi yang dapat membentuk MSCC. Pusat koordinasi itu bisa dibentuk pada tataran pemerintah pusat dan daerah sekaligus menjalin hubungan dengan coordination center milik negara-negara lain di kawasan.
Para peserta seminar internasional menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka berharap pemerintah Indonesia dapat segera meresmikan MSCC sebagai salah satu implementasi kebijakan Poros Maritim Dunia. (ba/b1)
Danseskoal