Bos Huawei Ditangkap, Tiongkok Panggil dan Ancam Dubes AS

josstoday.com

Meng Wanzhou, kepala eksekutif keuangan Huawei, hadir dalam sebuah seminar di Mokswa, 2 Oktober 2014.

JOSSTODAY.COM - Kementerian Luar Negeri Tiongkok memanggil Duta Besar Amerika Serikat Terry Branstad, Minggu (9/12), untuk menyampaikan protes keras terhadap penahanan seorang eksekutif perusahaan teknologi oleh otoritas Kanada "atas perintah Amerika Serikat yang tanpa dasar".

Wakil Menteri Luar Negeri Le Yucheng menuntut dibebaskannya Meng Wanzhou, chief financial officer (CFO) Huawei Technologies, yang dituduh AS berupaya memanipulasi sanksi AS atas Iran.

Meng, 46, sedang dalam perjalanan ke Meksiko ketika dia ditahan saat hendak berganti pesawat di Vancouver, Kanada, pekan lalu. Huawei adalah produsen perangkat telekomunikasi terbesar Tiongkok. Meng adalah juga putri pendiri perusahaan itu.

Senin ini, sidang membahas tebusan untuk Meng akan kembali dimulai. Jaksa John Gibb-Carsley meminta agar dia ditahan tanpa peluang bebas dengan jaminan, dengan alasan wanita itu menghadapi dakwaan penipuan di AS yang ancaman hukumannya sampai 30 tahun penjara.

AS menuduh Huawei melakukan bisnis di Iran melalui sebuah perusahaan cangkang yang berbasis di Hong Kong.

Jaksa Gibb-Carsley mengatakan Meng tahu soal tuduhan tersebut dan menghindari perjalanan ke AS selama berbulan-bulan, meskipun putranya sekolah di Boston.

"Apa yang dilakukan Amerika Serikat telah sangat melanggar hak dan kepentingan warga negara Tiongkok, dan merupakan perbuatan tidak menyenangkan," kata Le dalam pernyataannya yang dimuat oleh media pemerntah Xinhua News Agency.

"Tiongkok akan merespons setimpal dengan tindakan di pihak AS itu," ancamnya.

Sabtu lalu, Duta Besar Kanada John McCallum juga dipanggil dan diberi ancaman yang sama.

Namun, Roland Paris, mantan penasihat kebijakan luar negeri untuk Perdana Menteri Justin Trudeau, menulis di akun Twitter bahwa ancaman dari Tiongkok tidak akan ada gunanya.

"Mungkin karena di Tiongkok negara mengendalikan sistem hukum, maka Beijing kadang-kadang sulit memahami atau meyakini bahwa pengadilan itu bisa independen dalam sebuah negara yang berdasar hukum," tulis Paris.

"Tidak ada gunanya menekan pemerintah Kanada. Para hakim yang akan memutuskan."

Paris juga menyindir Meng secara tidak langsung.

"Jika Anda seorang eksekutif terpandang perusahaan teknologi Tiongkok yang menjadi target AS di tengah meningkatnya perebutan hegemoni antara AS dan Tiongkok, tolong jangan berganti pesawat di Kanada. Terima kasih." (gus/b1)

Meng Wanzhou