Edy Mundur, Momentum Reformasi PSSI

josstoday.com

Edy Rahmayadi

JOSSTODAY.COM - Keputusan Edy Rahmayadi mundur dari kursi Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) harus menjadi momentum untuk melakukan reformasi di tubuh federasi sepakbola nasional itu. Oleh karena itu, penting dilakukan proses penggantian sosok pimpinan tertinggi PSSI yang baru dengan figur yang lebih profesional dan berintegritas serta memiliki visi sepakbola Indonesia yang lebih berprestasi.

"Kami menyambut gembira mundurnya Edy Rahmayadi sebagai ketua umum PSSI. Keputusan ini harus diberikan apresiasi meskipun seharusnya sudah dilakukan ketika Edy dilantik sebagai gubernur Sumatera Utara pada 2018. Tidak saja Edy, sebaiknya pengurus PSSI lainnya juga harus mundur karena gagal menunjukkan kinerja yang baik dan terungkapnya skandal mafia sepakbola di internal PSSI," ujar Koordinasi Koalisi Antimafia Sepakbola, Emerson Yuntho di Jakarta, Senin (21/1).

Menurutnya, saat ini yang harus menjadi prioritas pembenahan sepakbola nasional adalah menuntaskan mafia bola baik yang melibatkan internal PSSI maupun di luar PSSI. Sebaiknya, semua pihak bekerja sama dan memberikan dukungan penuh terhadap kerja Satgas Antimafia Bola yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Selama mafia bola masih bercokol maka sulit berharap sepakbola Indonesia lebih berprestasi di masa mendatang. Saya juga meyakini masih ada pengurus PSSI yang menjadi aktor mafia sepakbola," ujarnya. (gus/b1)

PSSI