Cak Imin Siap Pimpin PSSI

josstoday.com

Muhaimin Iskandar.

JOSSTODAY.COM - Sejak Edy Rahmayadi mundur sebagai ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), sejumlah nama disebut-sebut layak menjadi penggantinya. Selain nama pengusaha Erick Thohir, muncul juga nama mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan yang terakhir Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Di akun Twitter-nya, @cakiminNOW, Muhaimin menyatakan kesiapannya untuk memimpin organisasi sepakbola nasional itu. Cak Imin beralasan, dirinya ingin urusan di PSSI segera selesai serta sepakbola Indonesia semakin berprestasi dan masuk gelanggang dunia.

“Saya siap memimpin PSSI, biar beres, biar berprestasi, masuk gelanggang dunia,” ujar Cak Imin di akunnya itu, Rabu (23/1).

Berbagai komentar pun berdatangan menanggapi cuitan Cak Imin itu. Dukungan berdatangan, karena Cak Imin dianggap sosok yang tepat. Cak Imin disebut akan mampu memimpin PSSI karena dia adalah inisiator Liga Santri Nusantara dan Liga Desa Nusantara.

“Melihat kondisi @PSSI dewasa ini, yang mengalami berbagai persoalan, kehadiran Panglima Santri yang sekaligus inisiator Liga Santri Nusantara dan Liga Desa Nusantara, akan mampu mengurai berbagai persoalan persepakbolaan Indonesia. Semoga,” ujar akun @NusantaraTho.

“Saatnya yang muda, santri berprestasi, untuk mengangkat dan membawa harum sepakbola Indonesia ke jagat raya,” ujar akun @HamasMj.

Seperti diketahui, Edy Rahmayadi secara mengejutkan memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua umum PSSI, Minggu (20/1). Pengunduran diri itu disampaikan Edy dalam kongres tahunan PSSI yang digelar di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali.

Edy memutuskan mundur sebagai orang nomor satu di PSSI setelah memimpin sejak 2016. Menurut Edy, yang saat ini juga menjabat sebagai gubernur Sumatera Utara, dirinya telah gagal menjalankan organisasi dan berharap seluruh elemen PSSI tetap akur.

Pengunduran diri Edy itu terjadi di tengah pengusutan kasus pengaturan skor yang diduga dilakukan oleh sekelompok oknum di internal PSSI. Praktik mafia skor itu disebut sebagai salah satu penyebab sepakbola Indonesia sulit berprestasi di kancah internasional. (ba/b1)

PSSI