PSSI Kekeuh Pertahankan Joko Driyono

josstoday.com

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kedua kanan) bergegas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Ditkrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, 18 Februari 2019.

JOSSTODAY.COM - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) masih tetap mempertahankan Joko Driyono menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) Ketua Umum PSSI meski statusnya sebagai tersangka. Pria yang akrab disapa Jokdri tersebut ditetapkan Satgas Antimafia Bola sebagai tersangka kasus pengrusakan barang bukti dugaan pengaturan skor. Namun, status tersangka tidak mengubah posisi Joko Driyono sebagai pemimpin PSSI.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha usai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diadakan PT Liga Indonesia Baru (LIB) di Jakarta, Senin (18/2).

"Pak Joko masih menjadi Plt Ketum PSSI karena posisinya kami menjalankan sesuai statuta PSSI saja yang tidak menjelaskan status tersangka atau masalah hukum. Jadi kami jalankan dan yang paling penting, itu bukan area itu," ujar Tisha.

Ia menjelaskan, pada statuta PSSI pasal 34 ayat 4 disebutkan, anggota Exco PSSI termasuk ketua umum masih bertugas sampai dinyatakan bersalah atas suatu tindak pidana. Selain itu, dalam pasal pasal 39 ayat 6 berbunyi jika ketua umum tidak ada atau berhalangan, maka wakil ketua umum dengan usia tertua yang menggantikannya.

Faktanya hingga saat ini, Joko Driyono memang sudah berstatus tersangka, tapi dia belum ditahan. Tisha akui yang paling penting adalah menjalankan program PSSI. Namun ia membantah waketum PSSI, Iwan Budianto mengantikan posisi Jokdri sebagai plt Ketua Umum PSSI.

"Ngawur itu. Yang paling penting, fokus kami untuk menjalankan program, manajemen layer di area kesekretariatan jendralan. Hasil dari kongres tidak pernah selesai, tidak boleh berhenti. Lebih tepatnya, terikat apapun di area political layer. Kami pasti hormati proses hukum, tapi yang jelas, saat ini, PSSI harus fokus untuk seluruh program yang ada," ungkap dia.

Baca Juga: Berlinton dan Glenn Sugita Resmi Mundur dari PT LIB

Sementara Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar menyatakan banyak dari klub Liga 1 menginginkan adanya PSSI segera mengelar Kongres Luar Biasa (KLB). Namun hal itu tak bakal berlangsung dalam waktu cepat karena paling cepat bisa digelar usai pemilihan presiden (pilpres) pada April mendatang. Sebab, dalam waktu dekat PSSI akan menggulirkan Piala Presiden sebagai turnamen pramusim Liga 1 2019.

"Tadi kawan-kawan juga sudah bicara, kalau mendesak, semua juga menginginkan KLB. Namun, KLB juga kalau situasi begini belum bisa karena ada Piala Presiden," ujar dia.

Umuh juga mengatakan, semua para pemegang saham menunggu hasil pemeriksaan Satgas Antimafia Bola terhadap Joko Driyono. Hingga kini, meski sudah berstatus tersangka, Joko Driyono masih memimpin PSSI.

Hal ini memang sesuai statuta PSSI Pasal 34 ayat 4 disebutkan, Anggota Exco PSSI termasuk ketua umum masih bertugas sampai dinyatakan bersalah atas suatu tindak pidana.

"Ya semuanya juga nunggu. kita tidak mau buruk sangka dulu. Kalau saya sih harus sama-sama enak. Kita tunggu hasil konkret pemeriksaannya bagaimana," ucap Umuh. (is/b1)

PSSI