Seni Budaya Ludruk Perlu Perhatian Khusus

josstoday.com

Forum Gerakan Gusdurian bersama Yayasan Alit Surabaya

JOSSTODAY.COM - Gerakan Gusdurian bersama Yayasan Alit Surabaya mendesak agar seni budaya ludruk mendapatkan perhatian khusus. Hal itu mereka ungkapkan melalui Forum 17-an yang digelar.

Untuk diketahui, forum bertema “Surabaya Berkebudayaan dan Menjawab Tantangan Zaman” itu menghadirkan Arief Affandi (Mantan Wakil Wali Kota Surabaya), Dhimas Anugrah (Pemerhati Sosial dari Oxford Center for Religion and Public Life, Inggris), Pingky Saptandari (Antropolog dari Unair), M. Sholeh (Eksponen ’98), dan Kuncarsono Prasetyo (Pegiat Sejarah Surabaya).

Pada kesempatan ini, Dhimas Anugrah mengungkapkan jika budaya adalah sistem gagasan dan rasa juga tindakan, serta karya yang dihasilkan oleh manusia dalam kehidupan bermasyarakat. “Ada budaya yang baik, ada juga yang tidak baik,” ujarnya.

“Budaya yang baik mari kita lestarikan dan kembangkan, budaya yang tidak baik mari kita tinggalkan, sebab budaya yang buruk akan menurunkan derajat suatu masyarakat,” imbuh Politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.

Oleh karena itu, Dhimas mendesak agar perlunya ada pelestarian budaya khas Surabaya. Ia menyebutkan bahwa ekspresi budaya Surabaya yang perlu dilestarikan adalah ludruk dan gedung-gedung cagar budaya.

“Ludruk adalah seni budaya yang terkenal sejak 1930an di Surabaya yang dipopulerkan oleh seniman-seniman Surabaya kala itu, terutama Cak Durasim. Jangan sampai seni ludruk ini punah,” kata Dhimas.

“Ludruk adalah seni tingkat tinggi yang bukan hanya menghibur, tetapi menyajikan ajaran etika Jawa yang luhur. Hebatnya pengajaran etika dan moral itu disajikan dalam bentuk narasi dan humor secara bersamaan. Itu hebatnya ludruk. Dalam pertunjukan ludruk klasik ada kesatuan dengan tari remo yang menampilkan kepahlawanan, kidungan jula-juli, dan kemudian masuk ke inti cerita yang dibumbui humor segar dalam bahasa Jawa dialek khas Suroboyoan,” jelas warga asli Dinoyo Surabaya ini lebih lanjut.

Selain itu, Dhimas juga memandang jika gedung-gedung cagar budaya juga perlu menjadi perhatian khusus para. “Pemkot hendaknya menjaga cagar-cagar budaya tersebut agar tidak sampai punah maupun ditukar-guling dengan bangunan-bangunan lain,” pungkas tokoh muda yang santer disebut masuk di bursa Pilwali Surabaya itu. (fa/bj)

Ludruk Seni Ludruk Ludruk Surabaya Gerakan Gusdurian