Menpora: Pembinaan Olahraga Harus Disertai Sports Science

josstoday.com

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

JOSSTODAY.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menekankan pentingnya sports sciencedalam pembinaan olahraga untuk mendukung regenerasi atlet berprestasi.

Diketahui, sports science merupakan salah satu tema yang diusung pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-37.

Sports science adalah penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dalam pembinaan prestasi olahraga. Misalnya, kebutuhan nutrisi sesuai dengan ilmu gizi untuk memaksimalkan performa atlet.

Untuk mendukung prestasi olahraga, Kempora telah mempersiapkan grand design yang melibatkan sports science. Pihaknya juga telah bekerja sama dengan perguruan tinggi terkait yang memiliki fakultas olahraga seperti Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Grand design olahraga telah dilakukan uji publik di beberapa perguruan tinggi. Grand design juga akan dikonsultasikan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlebih dahulu sebelum diumumkan kepada publik.

"Jika ingin berprestasi, harus by design dan bukan by accident. Jika by design, akan terstruktur pembinaannya. Rata-rata peak performance seorang atlet adalah sekitar umur 23-25 tahun. Ini harus kita desain anak-anak di usia berapa yang akan berprestasi di tahun berapa," ungkap Zainudin pada acara 60 Minutes with Zainudin Amaliyang ditayangkan di BeritaSatu TV, Selasa malam (8/9/2020).

Presiden Jokowi, lanjutnya, telah memberikan arahan agar grand design ini memprioritaskan cabang olahraga (cabor) yang memiliki potensi berprestasi di olimpiade terlebih dahulu. Di antaranya adalah bulu tangkis.

Penjaringan dari usia muda juga biasanya dilakukan yakni dari sekolah-sekolah. Namun, para atlet muda ini mengeluhkan sulit mengikuti pelajaran jika harus disertai dengan bertanding. Mata pelajaran dan kurikulum yang mereka ikuti juga sama dengan murid lainnya, sehingga mengakibatkan kesenjangan nilai.

Zainudin menjelaskan, berdasarkan diskusi bersama pakar olahraga, para atlet sebenarnya hanya perlu fokus mengasah tiga hal yakni matematika, kemampuan bahasa, serta karakter.

"Kemampuan berhitung penting dalam olahraga seperti bagaimana kita harus fokus dalam sekian detik. Untuk bahasa, minimal bahasa Inggris. Atlet apapun jika ingin dikirim ke luar negeri harus memiliki kemampuan berbahasa. Pengembangan karakter berkaitan dengan disiplin. Ini pentingnya grand design," kata Menpora.

Tak hanya itu, sports science juga bisa diterapkan untuk menggairahkan masyarakat berolahraga.

"Begitu ketika menyusun grand design, di situ kelihatan kelemahan kita. Misalnya, mengapa masyarakat kita kurang bugar. Itu karena mereka kurang gerak. Contoh, rata-rata langkah kaki orang umumnya mencapai 7.000 langkah per hari. Negara-negara lain bahkan ada yang sudah mencapai 10.000 sedangkan kita masih 3.500," ujar Menpora.

"Dengan sports science, kita bisa menggerakkan masyarakat kita untuk bergerak," tambahnya.

Sport Tourism dan Sport Industry

Berbeda dari tahun sebelumnya, Haornas kali ini mengusung tiga tema. Selain sports science, pesta olahraga tahunan ini akan mengangkat tema sport tourismdan sport industry.

"Ujung dari ketiga tema ini adalah menggairahkan masyarakat berolahraga agar mereka bugar, membangkitkan prestasi, serta membangkitkan ekonomi di sektor olahraga," ungkap Menpora.

Menpora menuturkan, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk sport tourism karena kekayaan alam yang dimiliki baik itu gunung, lautan hingga pantai. Dirinya juga berharap penyelenggaraan MotoGP 2021 di Indonesia bisa menjadi ajang sport tourism terutama dengan dibangunnya Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Di bidangsport industry, Zainudin menyayangkan hingga saat ini masih terdapat impor pengadaan barang kebutuhan olahraga dan jasa. Adapun pengadaan jasa berkaitan dengan event organizer (EO) untuk perhelatan olahraga.

"Masih jarang EO-EOyang mengelola itu. Kemarin di Asian Games, kita masih mendatangkan dari luar negeri untuk mempersiapkan opening dan closing. Masa kita tidak bisa? Ini bisa membantu membangkitkan ekonomi karena potensi ekonomi di sektor olahraga luar biasa," jelas Menpora.

Kempora juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersamaPerindustrian (Kemperin) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) pada Jumat lalu (4/9/2020). Zainudin berharap kerja sama ini bisa mendukungsport industry dan sport tourism di Tanah Air. (fa/b1)

 

Menpora Haornas Hari Olahraga Nasional