Kominfo dan BPJS Kesehatan Telusuri Dugaan Kebocoran Data 279 Juta Penduduk

josstoday.com

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi menjadi narasumber dalam acara virtual conference Economic Outlook 2021 sesi “Membangun Industri Lewat Perusahan Teknologi Digital” yang terselenggara atas kerja sama Berita Satu Media holdings dengan Xendit, Kamis (26/11/2020).

JOSSTODAY.COM - Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Dedy Permadi menyampaikan, Kemkominfo saat ini tengah menelusuri dugaan kebocoran data pribadi 279 juta penduduk Indonesia.

Hingga Kamis (20/5/2021) pukul 20.00 WIB, tim masih bekerja dan sejauh ini belum dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kebocoran data pribadi dalam jumlah yang masif seperti yang diduga.

"Kesimpulan ini diambil setelah dilakukan beberapa tahap pemeriksaan secara hati-hati terhadap data yang beredar," kata Dedy dalam keterangan resminya yang dikutip Jumat (21/5/2021).

Dedy menambahkan, penelusuran dan penyelidikan masih akan terus dilakukan secara mendalam dan perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan kemudian. Kementerian Kominfo juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kementerian Kominfo meminta agar seluruh penyedia platform digital dan pengelola data pribadi, untuk semakin meningkatkan upaya dalam menjaga keamanan data pribadi yang dikelola dengan menaati ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku serta memastikan keamanan sistem elektronik yang dioperasikan," tegas Dedy.

Terkait dugaan kebocoran data yang diduga berasal dari BPJS Kesehatan, Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan BPJS Kesehatan juga tengah melakukan penelusuran untuk memastikan apakah data yang diduga bocor berasal dari sistemnya atau bukan.

Iqbal juga menegaskan, BPJS Kesehatan konsisten memastikan keamanan data peserta BPJS Kesehatan dan melindungi data tersebut dengan sebaik-baiknya.

"Dengan big data kompleks yang tersimpan di server kami, kami memiliki sistem pengamanan data yang ketat dan berlapis sebagai upaya menjamin kerahasiaan data tersebut, termasuk di dalamnya data peserta JKN-KIS," kata Iqbal. (is/b1)

 


 

komkominfo BPJS Kesehatan Data Penduduk Kebocoran Data Penduduk Dedy Permadi