Menkeu: Mekanisme Transisi Energi Jadi Tongggak Sejarah Transisi Hijau

josstoday.com

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-21: Dana Abadi Perguruan Tinggi di Kantor Kemendikbudristek yang disiarkan secara daring, Senin 27 Juni 2022

JOSSTODAY.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia kembali menorehkan tonggak sejarah baru melalui penerapan Mekanisme Transisi Energi (Energy Transition Mechanism/ETM) untuk menurunkan emisi karbon menuju transisi hijau.

Ia mengatakan ETM merupakan suatu bentuk pembiayaan campuran (blended finance) yang dirancang untuk mempercepat penghentian pembangkit listrik bertenaga batu bara dan membuka investasi untuk energi bersih.

"Mekanisme Transisi Energi (ETM) adalah rencana ambisius yang memungkinkan peningkatan infrastruktur energi Indonesia dan mempercepat transisi energi bersih menuju emisi nol bersih dengan cara yang terjangkau," ujarnya dalam agenda G-20 Suistainable Finance For Climate Transition, Kamis (14/7/2022).

Melalui penyelenggaran presidensi G-20, kata Sri merupakan momentum pemerintah mengajak semua anggota G-20 untuk bersama mewujudkan komitmen pendanaan iklim mereka dengan inisiatif yang nyata dan dapat diterapkan.

"Platform ini juga menyambut semua investor, termasuk organisasi internasional seperti Bank Dunia, ADB, otoritas investasi Indonesia, aliansi keuangan atau net zero atau pertahanan dan juga sektor swasta negara bank pembangunan multilateral lainnya dan juga filantropi," ucapnya.

Menurutnya platform ETM dapat melengkapi proses rencana penghentian penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) merupakan salah satu tindakan paling penting untuk transisi menuju emisi rendah karbon

"Melalui platform ini, dapat menyediakan pembiayaan yang diperlukan untuk mempercepat transisi energi nasional ini dengan memobilisasi sumber pendanaan komersial maupun nonkomersial secara berkelanjutan," tegasnya.

Adapun Indonesia telah menerapkan target NDC (Nationally Determined Contribution) dengan pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia, yakni sebesar 29% dengan usaha sendiri dan 41% dengan dukungan internasional di tahun 2030.

menkeu sri Mulyani