josstoday.com

Pertama Kali terjadi, Saudi Bolehkan Perempuan Masuk Stadion

Mulai tahun depan Arab Saudi akan membolehkan kaum wanita memasuki tiga stadion olah raga yang merupakan pertama kali

josstoday.com

AS Telepon Bos Militer Myanmar: Stop Mengkerasi Rohingya

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson mendesak panglima angkatan bersenjata Myanmar untuk ikut membantu mengakhiri kekerasan di negara bagian Rakhine

josstoday.com

Saudi Investasi semiliar Dolar AS di Perusahaan Wisata Antariksa

Dana Investasi Publik Arab Saudi pada Kamis (26/10) mengumumkan investasi senilai satu miliar dolar AS

josstoday.com

Asia Punya lebih Banyak Miliarder daripada Amerika Serikat

Asia untuk pertama kalinya menjadi kawasan dengan jumlah miliarder lebih banyak daripada Amerika Serikat pada 2016

josstoday.com

Struktur Bebatuan Kuno Misterius ditemukan di Gurun Saudi

Hampir 400 struktur bebatuan kuno misterius, Rabu (25/10), teridentifikasi di gurun Arab Saudi oleh seorang peneliti Australia dengan menggunakan Google Earth.

josstoday.com

Utusan PBB Usulkan Peta Jalan Baru Guna Akhiri Perang Yaman

Utusan PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed, Rabu (25/10), menawarkan peta jalan baru untuk membangun kembali kepercayaan antara pasukan yang bertikai di Yaman

josstoday.com

Trump Didamprat Habis-habisan Koleganya, disebut Sembrono dan Abnormal

Senator Jeff Flake dari Partai Republik daerah pemilihan Arizona melancarkan serangan sangat keras kepada Presiden Amerika Serikat

josstoday.com

Melania Trump Kampanyekan Antiperundungan di Sekolah

Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump, Senin waktu setempat, menyampaikan kampanye perlawanan terhadap perundungan di sebuah sekolah di daerah Detroit.

josstoday.com

Myanmar, Bangladesh Sepakati Pemulangan Pengungsi Rohingya

Myanmar dan Bangladesh, Selasa, sepakat untuk bekerja sama memulangkan para pengungsi Rohingya kembali ke Myanmar.

josstoday.com

Asset Jenderal-jenderal Myanmar akan Dibekukan AS

Berdasarkan wawancara dengan lusinan diplomat dan pejabat pemerintahan di Washington, Yangon-Myanmar, dan Eropa, terungkap rencana mengenakan sanksi