Jelang PON Papua, KONI Jatim Mulai Tes Atlet Junior

josstoday.com

Konsultan Olahraga asal Australia Barat, Gregory John Wilson (dua dari kiri), saat memantau atlet tenis meja dalam tes fisik Gedung KONI Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (18/11/2017). (josstoday.com/Fariz Yarbo)

JOSSTODAY.COM - Menyonsong Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur terus matangkan persiapan dengan melakukan tes fisik kedua di Gedung KONI Jawa Timur, Surabaya, 18-26 November 2017.

Dalam tes kedua ini, KONI Jatim memprioritaskan tes untuk melihat kemampuan atlet-atlet junior dari masing-masing cabang olahraga yang akan dimasukkan ke dalam skuad Puslatda Jatim 100/IV.

"Jadi, memang tes ini khusus atlet junior, tidak ada atlet senior," katanya saat ditemui disela tes fisik.

Menurutnya, tes ini dirasa perlu untuk melihat kekuatan dan potensi atlet junior.

"Kita juga lihat bagaimana potensinya, siapa tau dia punya kelebihan lain untuk meraih medali di cabor lain," ujarnya.

Sementara itu, tes fisik sendiri berjalan sesuai rencana dibawah kordinasi Konsultan Olahraga asal Australia Barat, Gregory John Wilson, yang dibantu oleh tim dari Universitas Negeri Surabaya.

Pria yang kerap disapa Greg itu mengatakan, bahwa di tes ini ia ingin mencari atlet junior potensial yang bisa turun di PON Papua nantinya.

"Kita ingin ada atlet usia 17-21 tahun, dan kita lihat dari kondisi fisik mereka saat ini. Misalkan ada yang masih kurang, kita masih akan memberikan kesempatan untuk membuktikan diri pada tes di bulan Januari," katanya.

Dari pengamatannya pada tes pertama hari ini, seluruh cabor diantaranya Angkat Besi, Angkat Berat, Anggar, Tenis Meja, Sepatu Roda, telah memperlihatkan hasil yang bagus.

"Ya, saya sangat senang dengan hasil mereka. Ada beberapa yang memang belum bisa mencapai target, tapi saya lihat mereka sudah hampir mencapai itu. Apalagi, ada beberapa tes yang kita berikan memang belum pernah dilakukan atlet sebelumnnya, sehingga wajar jika masih belum mencapai target," urainya.

Greg pun berharap, nantinya dari hasil tes fisik ini bisa ada 100 atlet junior yang masuk dalam Puslatda untuk keperluan jangka panjang. (ais)

KONI Jatim Tes Fisik PON Papua