Universitas 45 Surabaya Gelar Pelatihan dan Pendampingan IKM di Sidoarjo
Universtas 45 Surabaya menggelar Pelatihan dan Pendampingan IKM di Kampoeng Jetis Kabupaten Sidoarjo pada Kamis (31/5/2018).
JOSSTODAY.COM - Universtas 45 Surabaya menggelar Pelatihan dan Pendampingan IKM di Kampung Jetis Kabupaten Sidoarjo pada Kamis (31/5/2018). Pelatihan dimaksudkan untuk peningkatan daya saing IKM di Kampung Jetis Kabupaten Sidoarjo.
Beberapa peralatan membatik dan e-commerce hasil inovasi tersebut diserahkan kepada mitra pengrajin batik tulis saat berlangsungnya acara Pelatihan dan Pendampingan IKM di Kampoeng Jetis Kabupaten Sidoarjo Kamis (31/5/2018) tersebut. Acara ini merupakan hasil yang dijanjikan saat pengajuan proposal PKM, sebagai salah satu skema Hibah Ristek Dikti, yang telah diraih. Di tahun yang sama, Universtas 45 Surabaya perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Jl. Mayjend Sungkono No. 106 Surabaya ini juga telah berhasil meraih 4 Hibah Ristek Dikti selain PKM tersebut dengan beberapa skema, yaitu PDP (Penelitian Dosen Pemula) dengan 2 judul, dan PDD (Penelitian Disertasi Doktor) dengan 2 judul.
Tujuan dari pelaksanaan PKM ini adalah memperbaiki sistem dan lingkungan kerja agar pembatik tidak cepat lelah, merasa nyaman, dan tetap sehat sehingga dapat meningkatkan hasil produksi harian dan produktivitas, serta daya saing yang dimiliki yang pada akhirnya mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.
Dilatarbelakangi suatu pemikiran bahwa pengakuan UNESCO terhadap batik tulis sebagai warisan budaya tak benda sejak 2 Oktober 2009, tidak permanen sifatnya dan akan berakhir, jika pewaris leluhur bangsa Indonesia tidak mampu menjaga kelestariannya. Oleh karena itu, hampir semua pihak telah melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan keberadaannya. Melalui penetapan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, mewajibkan berpakaian batik setiap hari Jum’at, sering mengadakan pameran, merancang bermacam-macam model pakaian berbahan dasar batik tulis, maupun melakukan penelitian berobyek batik tulis, antara lain tentang metode yang digunakan, strategi pengembangan, pemberdayaan pengrajin, perancangan ulang dan penggunaan ruang pada usaha batik serta berbagai masalah yang dihadapi industri kecil batik tulis saat ini, terkait dengan lambatnya regerasi pengrajin, perbedaan anggapan dari tiap pengrajin, apresiasi terhadap batik tulis yang hanya dianggap sebagai produk seni dengan proses yang rumit serta peralatan dan lingkungan kerja yang tidak ergonomis.
Hal inilah yang mendorong Ida Kusnawati Tj., MT., IPM dengan anggota Mochammad Hatta.,MT.,IPM dan Ir. Agung Wahyudi.,M.Kom selaku tim dosen dari Fakultas Teknik Universitas 45 Surabaya untuk mengajukan proposal Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Pengrajin Batik Tulis Kampoeng Jetis di Desa Jetis Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur. Proposal tersebut digunakan untuk mengangkat nama Kampoeng Jetis karena kurang begitu dikenal masyarakat meskipun telah ada sejak tahun 1675 dan sebagai salah satu sentra industri seni dan kerajinan di Kabupaten Sidoarjo.
Dalam kegiatan PKM kali ini, tim dosen telah berhasil melakukan identifikasi berbagai masalah yang saat ini sering dihadapi oleh para pengrajin dengan fokus pada 2 bidang, yaitu : 1). Bidang Produksi, terkait penggunaan beberapa peralatan membatik yang telah menempatkan pembatik pada posisi tidak alamiah, cepat lelah dan cenderung menyebabkan penyakit akibat kerja Musculoskeletal Disoders (MSDs) yang pada akhirnya mempengaruhi produksi dan produktivitas, dan 2). Bidang Manajemen terkait dengan manajemen produksi harian, katalog produk, penjualan konvensional dan optimalisasi pengawasan hasil produksi.
Solusi yang ditawarkan pada para pengrajin di ; 1) Bidang Produksi, dengan menerapkan prinsip Ergonomi pada inovasi beberapa peralatan membatik yang meliputi meja pengeblat pola, kursi pembatik serta kompor LPG modifikasi dan saringan lilin, sedangkan 2). di Bidang Manajemen, dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan, pembuatan katalog dan pemasaran e-commerce. (mluq)
Universitas 45 Surabaya PKM IKM Jetis Sidoarjo