Java Jazz Festival 2019 Rangkul Keberagaman Bermusik

josstoday.com

Bassis Goo Goo Dolls Robby Takac, dalam penampilan terakhir BNI Java Jazz Festival di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu 4 Februari 2018.

Tidak lama lagi, perhelatan musik jazz terbesar di Indonesia, Java Jazz Festival (JJF) akan kembali digelar untuk ke-15 kalinya di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. JJF akan digelar 1 hingga 3 Maret 2019 mendatang. Berbeda dari sebelumnya, tahun ini JFF akan mengusung tagline Music Unites Us All.

Direktur Utama PT Java Festival Production, Dewi Gontha mengungkap alasan menggunakan tagline tersebut. Menurut dia, memanasnya situasi dan kondisi masyarakat Indonesia akibat perpolitikan membuat JJF ingin menyampaikan pesan bahwa musik dapat merekatkan seluruh komponen.

"Saat kami lagi kumpul pada saat itu, kami mengikuti perkembangan media sosial dan di media sedang hangat-hangatnya pembicaraan tentang perdebatan perbedaan yang dibahas. Musik itu tidak mengenal latar belakang dan semua bisa bersama mengikuti perayaan musik, karena itu kami memberikan tagline tersebut di 15 tahun JFF berdiri," ujar Dewi dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (16/1).

Sedangkan dari konsep artistik panggung dan suasana, JFF akan menghiasi kawasan Jiexpo dengan gaya Broadway. Sehingga, tidak hanya meriah, tetapi festival ini diharapkan menjadi tempat berekspresi para musisi jazz yang megah.

Untuk pergelaran Special Show kali ini, Dewi mengatakan bahwa pihaknya akan menghadirkan tiga penampil. Mereka adalah band rock, Toto; penyanyi soul berdarah India-Amerika, Raveena; dan musisi yang digemari kalangan millenial saat ini yang telah meraih beberapa nominasi Grammy Award, H.E.R.

Dewi menambahkan, kehadiran para penampil Special Show tersebut sudah sesuai dengan target penyelenggara pada tahun ini. Di mana sebelumnya mereka menyasar pengunjung dengan rentang usia 24-45 tahun, kali ini Java Jazz menyasar penonton dengan usia antara 18-34 tahun.

"Kami sengaja mau mengubah dan kami ingi mengubah pasar baru," ucap Dewi.

Program Team PT Java Festival Production, Nikita Dompas juga mengatakan, saat ini tren musik jazz telah membius generasi millenial. Hal tersebut menjadi alasan yang kuat, kala JJF 2019 kali ini menghadirkan beberapa musisi jazz muda yang kekinian, walaupun alirannya bukanlah jazz murni.

“Untuk bisa rangkul market muda dan dewasa, kita membuka gerbang seluas-luasnya. Jadi, kita juga menghadirkan beberapa performance yang tidak terlalu berat musiknya, tapi memiliki kedekatan atau yang masih berada di pohon yang sama dari akar jazz,” jelasnya.

Selain mengumumkan daftar penampil Special Show, Dewi juga mengumumkan nama-nama penampil fase ketiga, antara lain Allen Hinds & L.A. Super Soul, Andien, Elfa Zulham & The Beatz Messengers, Endah N Rhesa Extended, dan Indra Aziz For Good. Kemudian ada juga Jeff Bernat, Jeslla, Mac Ayres, Parkdrive, Saxx in the City, Teddy Adhitya, The Soulful, Tommy Pratomo, Warner Music Project feat. Andini, Hanin Dhiya, Rahmania Astrini dan Trisouls, Yuri Mahatma dan Zsolt Botos.

Calender of Event

Selain telah berdiri selama 15 tahun, konsistensi JJF untuk mengharumkan nama Indonesia rupanya kembali dilirik oleh pemerintah. Di awal tahun ini, Kementrian Pariwisata kembali mengumumkan bahwa JFF telah masuk ke dalam 10 daftar acara atau Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia 2019.

JJF terpilih karena memiliki persayaratan yang telah ditentukan, yaitu nilai kreativitas, nilai komersial, dan nilai komunikasi acara tersebut, serta komitmen kepala daerah mengembangkan pariwisata.

Untuk membuka kunjungan lebih besar lagi, Dewi Gotha mengajak salah satu perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia yang menyediakan layanan pencarian dan pemesanan tiket pesawat serta hotel secara online, Traveloka.

“Java Jazz Festival 2019 menargetkan jumlah penjualan tiket atau penonton festival mencapai angka 110 ribu hingga 115 ribu. Target kuantitas ini telah dicapai oleh festival sejak beberapa tahun terakhir. Sebenarnya, beberapa tahun ini kami sudah konstan dengan traffic sekian. Kami berharap sama dan berharap regenerasi penonton untuk tahun ini sehingga mendapatkan penonton muda lebih banyak," jelas Dewi.

Tidak hanya menggaet penonton dari Indonesia, festival bertaraf internasional ini juga berusaha untuk membidik pencinta jazz yang datang dari luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Korea, bahkan hingga ke beberapa negara di benua Eropa dan Amerika. Dengan demikian, JFF juga membantu pemerintah untuk menggenjot target 20 juta wisman 2019.

“Ini adalah salah satu event berskala internasional di Indonesia. Kalau yang datang dari Jakarta saja, berarti misi kita kurang berhasil. Saat ini, masih sangat kecil untuk kunjungan wisman ke JFF, sekitar 10 sampai 15 persen. Kendala kami, hanya bisa men- track asal pembeli tiket kalau beli di web kami, tapi kalau beli dari orang Indonesia, seperti travel agent kita men- track dari Indonesia. Solusi belum ada sampai sekarang,” tukasnya. [DFA]

Daftar harga tiket JJF:
Daily Pass: Rp 750.000

3 Day Pass: 1.760.000

Special Show – H.E.R (Jum’at): Rp 175.000

Special Show – Raveena (Sabtu): Rp 175.000

Special Show – TOTO (Minggu): Rp 355.000

Java Jazz Festival 2019