Menkeu: Imbas Corona Investasi Bisa Merosot Minus 4%

josstoday.com

JOSSTODAY.COM - Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ancaman stabilitas keuangan menjadi sangat nyata di tengah mewabahnya virus corona (covid-19).

"Pertumbuhan ekonomi akan turun karena konsumsi rumah tangga merosot, demikian juga dengan investasi," kata Sri Mulyani dalam keterangannya secara live streaming, Rabu (1/3/2020).

Dia mengatakan, investasi merosot dari 6 persen menjadi 1 persen atau bahkan negatif 4 persen. Sementara konsumsi domestik diperkirakan tumbuh 3,2 persen hingga 1,6 persen. Ekspor yang tahun 2019 pertumbuhannya negatif, akan lebih dalam lagi pada tahun ini. Begitu juga impor tetap tumbuh negatif.

Dia mengatakan, Covid-19 yang telah menyebar ke 200 negara berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi global. Bahkan JP Morgan memprediksi ekonomi dunia akan minus 1,1 persen, The Economist Intellegence Unit memproyeksi minus 2,2 persen, dan IMF proyeksikan ekonomi dunia akan negatif. Termasuk, Amerika Serikat yang juga diprediksi akan negatif dan memicu angka pengangguran naik 30 persen.

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi covid-19 berisiko anjlok menjadi 2,3 persen pada skenario berat. Bahkan, hingga -0,4 persen dalam skenario sangat berat.

"Berdasarkan assessment yang dilihat, BI, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) dan kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan turun 2,3 persen, bahkan dalam skenario yang lebih buruk bisa negatif 0,4 persen. Sehingga kondisi ini menyebabkan penurunan kegiatan ekonomi dan berpotensi menekan lembaga keuangan, karena adanya kredit yang tidak bisa dibayarkan dan relaksasi kredit, perusahaan sulit dalam sisi pendapatan sehingga kesulitan bayar hutang," ujar dia. (is/b1)

Menkeu Covid-19 ekonomi