Studi: Tes Covid-19 Mungkin Deteksi Jejak Virus Mati

josstoday.com

Tiruan Covid-19 dipamerkan petugas laboratorium. (Foto: AFP)

JOSSTODAY.COM - Penelitian baru telah menemukan bahwa tes virus corona mungkin menemukan jejak virus mati dari infeksi yang telah berlangsung selama berminggu-minggu. Hal ini menjelaskan penyebab tes Covid-19 kerap menghasilkan hasil positif palsu yang meningkatkan skala pandemi.

Seperti dilaporkan RT, Sabtu (5/9), studi tersebut dilakukan oleh para ahli dari University of Oxford's Center for Evidence-Based Medicine dan University of the West of England. Ditemukan, adanya risiko "positif palsu" karena cara pengujian Covid-19 yang dilakukan.

Para ilmuwan menemukan bahwa, meskipun orang dengan Covid-19 hanya menular sekitar seminggu, satu tes yang digunakan untuk mendeteksi penyakit masih dapat memberikan hasil positif beberapa minggu setelah pasien pulih.

Tim tersebut memeriksa 25 studi tentang uji reaksi berantai polimerase yang umum digunakan. Uji ini kerap dipakai untuk menentukan apakah seseorang memiliki virus dalam sistem mereka.

Tes tersebut mengambil sampel dari kasus terduga Covid-19 dan menggunakan proses yang meningkatkan jumlah DNA, atau materi genetik, dalam sampel tersebut sehingga dapat diperiksa.

Penelitian tersebut menemukan bahwa tes tersebut dapat memperkuat materi genetik virus corona yang bukan merupakan virus yang layak dan tidak lagi mampu menyebabkan infeksi. (is/b1)

Covid-19 vaksin covid-19 Virus Corona