Bank Syariah Indonesia Beroperasi, Saham BRIS Melesat Jadi Rp 2.750
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), Hery Gunardi dalam acara perkenalan PT Bank Syariah Indonesia Tbk kepada pelaku pasar modal, Kamis (4/2/2021).
JOSSTODAY.COM - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk yang merupakan hasil merger PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah telah resmi beroperasi pada 1 Februari 2021. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan ini memiliki kode saham BRIS, di mana harga sahamnya kini melesat jadi Rp 2.750 per lembar saham.
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), Hery Gunardi menyampaikan, harga saham BRIS pada saat penawatan umum saham perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 510 per saham. Kemudian pada 3 Februari 2021, harganya naik mencapai Rp 2.750 per lembar saham. Artinya harga saham ini naik sekitar lima kali lipat dibandingkan saat IPO.
“Kapitalisasi pasar BRIS saat IPO hanya Rp 4,96 triliun. Per 3 Februari 2021 dengan tambahan saham dua bank syariah yang lain (BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri), market cap BRIS naik puluhan kali lipat mencapai Rp 112,8 triliun," papar Hery dalam acara perkenalan PT Bank Syariah Indonesia Tbk kepada pelaku pasar modal, di Jakarta, Kamis (4/2/2021).
Melihat kinerja saham BRIS yang positif di tengah pandemi Covid-19, Hery berharap BRIS dapat menjadi primadona di bursa, serta dapat masuk dalam index IDX BUMN 20. “Kami juga berharap kinerja ini semakin mendorong dan menginspirasi sektor keuangan dan perusahaan keuangan syariah tentunya untuk melantai di bursa,” kata Hery. (gus/b1)
Bank Syariah Indonesia BRIS BEI