Menkes Khawatir Euforia Vaksin Picu Lonjakan Kasus Covid-19 seperti India

josstoday.com

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada acara Peresmian Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit di RSUI, Depok, Jawa Barat, Kamis, 25 Maret 2021.

JOSSTODAY.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengkhawatirkan euforia dari vaksinasi Covid-19 bisa memicu lonjakan kasus seperti yang terjadi di India. Peningkatan kasus juga terjadi di negara negara Eropa yang saat ini kasusnya didominasi varian baru Covid-19.

“Masyarakat sudah euforia, tidak waspada. Saya takut karena yang kita capai sudah bagus. PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) dikombinasikan dengan vaksin,” kata Budi dalam forum diskusi yang dihadiri pemimpin redaksi media massa, Minggu (18/4/2021) malam.

Berdasarkan pengamatan, Menkes menyebut lonjakan kasus Covid-19 bisa terjadi karena tiga faktor.

Pertama, naiknya jumlah kasus varian baru yang penularannya lebih cepat. Kedua, masyarakat merasa kasus sudah turun sehingga back to normal. Ketiga, faktor vaksinasi yang digencarkan.

Menkes mengatakan, sejumlah negara telah menunjukkan bahwa angka vaksinasi yang masih rendah di bawah 50% bisa memicu lonjakan kasus.

“Inggris vaksinasi sudah 50%, oke. India baru 5%, Cile 20%, kita (Indonesia) 6%. Kalau belum 50% lalu kita kendor, maka akan naik,” ujar Budi.

Menurutnya, negara yang masih bagus dalam kurva kasus Covid-19 adalah negara-negara yang masih melakukan lockdown secara ketat. Selain itu, dia mengatakan perlu untuk menekan seminim mungkin angka kasus dari varian baru khususnya yang masuk sebagai varian of concern (VoC) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, dan varian B11281 atau P1 dari Brasil.

Terkait stok vaksin, Menkes menyatakan Indonesia memiliki 26 juta vaksin jadi atau yang sudah diproduksi sendiri. Dari angka itu, 23 juta vaksin sudah dikirim ke daerah, sisanya 3 juta vaksin masih menjadi stok pusat.

“Dari 23 juta vaksin yang sudah dikirim ke provinsi, 16 juta sudah disuntikkan,” kata Budi. (fa/b1)

Menkes Budi Gunadi Sadikin Covid-19 kasus Covid-19