Peringatan 11 Tahun Pengelolaan Perbatasan, Menko Polhukam: Momentum Evaluasi

josstoday.com

Mahfud MD

JOSSTODAY.COM - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-11. HUT BNPP ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum mengevaluasi capaian dan kendala dalam memantapkan komitmen pengelolaan perbatasan negara untuk mewujudkan tujuan negara.

Hal itu disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD dalam kegiatan peringatan 11 tahun pengelolaan perbatasan negara bertema “Perbatasan Negara Kokoh untuk Indonesia Tangguh dan Tumbuh” secara daring, Jumat (17/9/2021).

“Yang penting harus dimaknai sebagai momentum bagi kita mengevaluasi capaian dan kendala yang dihadapi di dalam memantapkan komitmen-komitmen kita, sebagai upaya atau dalam upaya pengelolaan perbatasan negara untuk mewujudkan tujuan negara di wilayah perbatasan,” kata Mahfud.

Ketua Pengarah BNPP tersebut mengingatkan kembali soal pengelolaan wilayah perbatasan nasional merupakan prioritas nasional.

“Presiden Republik Indonesia, bapak Joko Widodo menegaskan negara harus hadir di perbatasan sehingga masyarakat Indonesia di perbatasan dan di pulau-pulau terluar merasakan hadirnya negara, merasakan buah pembangunan nasional, dan merasa bangga menjadi warga NKRI,” tegas Mahfud.

Mahfud menyampaikan kehadiran BNPP berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara, terdiri dari para menteri koordinator selaku pengarah, menteri dalam negeri selaku kepala, 27 kementerian lembaga serta para gubernur perbatasan selaku anggota, itu semua dibentuk untuk mewujudkan pencapaian tujuan negara.

“Maka saya mengajak seluruh anggota BNPP untuk terus meningkatkan komitmen dan kinerja dalam membangun perbatasan. Jadi pembangunan daerah perbatasan sekarang diupayakan untuk menjadi sentra ekonomi yang lebih bagus, membangun, mendorong kemajuan di bidang sosial, politik dan sebagainya,” kata Mahfud.

Menurut Mahfud, ketika menjadi menteri pertahanan pada 2000 hingga 2001, tugas menjaga perbatasan lebih disibukkan oleh pemasangan patok perbatasan, termasuk pertemuan antar-menteri pertahanan hanya membahas soal patok perbatasan.

Mahfud mengaku sempat berkunjung ke perbatasan Indonesia-Malaysia ketika menjabat anggota DPR pada 2006. “Perlintasan Indonesia-Malaysia sangat timpang. Di mana kita masuk di daerah Malaysia, hanya melewati batas, pembangunannya sangat maju, jalannya lebar dan bersih, rumahnya tertata rapi. Tetapi begitu masuk ke wilayah Indonesia, kita melihat daerah kumuh,” ujar Mahfud.

Mahfud menegaskan saat ini pemerintah mulai membangun perbatasan sebagai sentra ekonomi dan kemajuan di bidang lain seperti, pendidikan, peternakan, pertanian, perdagangan, dan sebagainya.

“Saya sebagai ketua pengarah BNPP mengapresiasi berbagai langkah nyata pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan oleh kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah perbatasan di bawah koordinasi BNPP," imbuh Mahfud.

"Percepatan pembangunan kawasan perbatasan melalui pembangunan infrastruktur dasar, pemenuhan sarana dan prasarana layanan sosial dasar serta pembangunan dan pengembangan ekonomi secara bertahap, telah membuka keterisolasian dan ketertinggalan menuju ke arah yang lebih baik," katanya.

Mahfud berharap upaya pembangunan yang saat ini sedang, dan akan terus dilakukan dapat mewujudkan wilayah perbatasan sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan dan digariskan oleh negara. “Yakni, terwujudnya beranda depan yang aman, berdaulat dan berdaya saing,” imbuh Mahfud.

Mahfud meyakini semua pihak akan terus berusaha dan bersatu padu mengelola dan membangun perbatasan hingga dapat terlaksana dengan baik.

“Dengan sinergitas dan kerja sama seluruh kementerian dan kelembagaan serta pemerintah daerah, saya yakin apa yang kita inginkan bisa terwujud. Terutama dalam rangka mewujudkan nawa cita presiden untuk menghadirkan negara di perbatasan dan membangun Indonesia dari pinggiran," ucap Mahfud.

"Harapan terwujudnya perbatasan negara sebagai kawasan yang aman, berdaulat dan berdaya saing seperti yang kita inginkan bukan sekadar mimpi, akan tetapi telah menjadi sebuah visi yang setapak demi setapak telah kita mampu wujudkan bersama,” kata Mahfud.

Hadir dalam kegiatan peringatan 11 tahun pengelolaan perbatasan, Menteri Dalam Negeri yang juga kepala BNPP Tito Karnavian, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Imam Gunarto, Rektor Universitas Gajah Mada Panut Mulyono, dan sejumlah pejabat lainnya.

Pada kegiatan itu juga diresmikan perpustakaan mini digital/pojok baca digital di pos lintas batas negara (PLBN). Kemudian, peluncuran buku berjudul “Inovasi Sains untuk Pembangunan Perbatasan Indonesia” kerja sama dengan forum perguruan tinggi untuk perbatasan negara (Forpetas). Selain itu, peresmian Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) Pengelolaan Perbatasan. (fa/b1)

 

 

Menkopolhukam BNPP Mahfud MD