Akangtape, Teknik Budidaya Bandeng Sekaligus Tanam Sayur

josstoday.com

MODEL tempat pembudidayaan ikan bandeng dan tanaman bayam itu terbuat dari pipa paralon. (Foto: Dok PKMM)

JOSSTODAY.COM - Wilayah Kelurahan Kalijudan, Kota Surabaya, merupakan wilayah yang memiliki lahan tambak relatif banyak, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara baik dalam melakukan budidaya ikan. Pengolahan tambak masih tradisional jadi boros pada pembiayaan operasionalnya yang tidak sesuai dengan hasilnya. Selain itu banyak sumberdaya manusia, terutama ibu rumah tangga yang menganggur yang bisa didayagunakan.

Berangkat dari permasalahan itulah lima mahasiswa Universitas Airlangga, yaitu Ulfa Ulfiani (ketua tim), Rizka Ayu Marheni Putri, Iqyu Widya Kandi, Umi Hafidloh, dan Abdul Muntholib, menawarkan teknologi budidaya sekaligus bertaman yang disebut “AKANGTAPE” yaitu budidaya ikan bandeng beserta pemanfaatannya.

Teknologi yang ditawarkan, dengan melakukan budidaya bandeng di kolam fiber yang di atasnya terdapat tanaman hidroponik, dalam hal ini tanaman bayam. Pada saat dibudidayakan ikan hasil budidaya dan tanaman bayam dapat tumbuh baik dan dapat dipanen bersamaan. Proses bertanamnya tidak menggunakan tanah sebagai media tumbuh, tetapi memanfaatkan hasil limbah budidaya ikan bandeng.

Dijelaskan oleh Ulfa Ulfiani, ketua kelompok PKMM, inovasi ini dipilih karena ikan merupakan sumber makanan dengan unsur protein tergolong berkualitas tinggi, karena tersusun dari asam-asam amino dengan komposisi paling lengkap yang diperlukan tubuh untuk pertumbuhan sel. Selain itu, protein ikan mudah dicerna dan diserap tubuh, kaya Omega-3, sarat vitamin dan mineral misalnya vitamin A, D, B6 dan B12.  Salah satu zat gizi yang terkandung pada ikan yang berperan penting untuk meningkatkan kecerdasan yaitu DHA.

Tim PKMM Unair ingin hasil pengabdian ini, yang pertama, bisa menyampaikan misi kepada masyarakat tentang pengetahuan dan potensi perikanan di Indonesia. Kedua, membantu masyarakat sekitar untuk meningkatkan perekonomian melalui budidaya, bertani sayur, dan pengolahan aneka makanan berbahan dasar ikan bandeng. Sasaran ketiga, memperkenalkan teknik budidaya ikan dan cara bertani dalam satu ruang lingkup yang dinamakan aquaponik. Kemudian terbentuknya kader kewirausahaan Posyandu PKK Kalijudan.

“Yang selanjutnya agar terlaksananya program ’Pelatihan AKANGTAPE di Posyandu PKK Kalijudan secara berkelanjutan, dan kegiatan ini menjadi program pioneer bagi masyarakat sekitar,” kata  Ulfa Ulfiani.

Selain itu juga membantu pemerintah meningkatkan tingkat konsumsi ikan di masyarakat, dimana tahun 2009 di Indonesia baru mencapai 29,08 kg/kapita dan tahun 2010 meningkat menjadi 30,48 kg/kapita. Sedangkan rata-rata konsumsi ikan per kapita nasional tahun 2011 mencapai 31,64 kg, mengalami peningkatan rata-rata 3,81% dibandingkan konsumsi pada 2010.

Meskipun tingkat konsumsi ikan per kapita masyarakat Indonesia secara nasional meningkat, namun angkanya masih dibawah Pola Pangan Harapan (PPH) sebesar 31,40 kg/kap/tahun, dan antar-daerah belum merata. Di Pulau Jawa misalnya rata-rata konsumsi ikan masih jauh dari PPH.

“Diantara wadah sebagai tempat penyuluhan yaitu di Posyandu merupakan langkah strategis dalam rangka pengembangan kualitas SDM. Ditunjang fasilitas Posyandu PKK diharapkan akan membantu proses sosialisasi manfaat ikan dalam kehidupan manusia. Apalagi program ini dapat dilaksanakan di Balai Kelurahan/Dusun/RW, maupun tempat- tempat lain yang mudah didatangi masyarakat di wilayah kerja Puskesmah. Jadi sangat mudah,” tambah Ulfa Ulfiani. (ru/pih)

unair inovasi mahasiswa