Naskah Final UU Cipta Kerja Selesai, DPR Segera Serahkan ke Presiden Jokowi

josstoday.com

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) didampingi Menkumham Yasonna Laoly (kedua kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) menerima laporan akhir dari Ketua Badan Legislasi DPR Supratman Andi Agtas (bawah) saat pembahasan tingkat II RUU Cipta Kerja pada Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 5 Oktober 2020.

JOSSTODAY.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR, Indra Iskandar mengatakan, pimpinan DPR hari ini akan memutuskan naskah akhir UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang sudah bersih dari salah ketik (typo). Naskah final UU Cipta Kerja itu akan segera diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Indra, pihaknya memiliki waktu 7 hari kerja sejak rapat paripurna DPR tentang pengesahan UU Cipta Kerja untuk memastikan naskah legislasi itu benar-benar sempurna sebelum dikirimkan ke Presiden Jokowi untuk diteken dan diundangkan.

"Siang ini masih mau difinalkan dulu," kata Indra di Jakarta, Senin (12/10/2020).

Kata dia, saat ini naskah UU Ciptaker yang ada berjumlah 1.035 halaman. Pada saat paripurna, naskah yang ada adalah versi 905 halaman yang merupakan basis utama dan belum dirapikan.

"Setelah dirapikan spasinya, redaksinya, segala macam itu, hasilnya 1.035 itu," imbuhnya.

Indra memastikan tidak ada substansi dari UU Ciptaker yang telah disahkan DPR saat rapat paripurna dan yang telah disempurnkan. "Tak ada substansi yang diubah. Yang diubah hanya typo dan format dokumen. Kalau format dirapikan, jadinya spasi-spasinya terdorong semua halamannya," ujar Indra. (fa/b1)

UU Cipta Kerja UU CIptaker