Mendapat 13 Suara, Prof Muhammad Madyan Terpilih Jadi Rektor Unair 2025-2030
Prof Dr Muhammad Madyan, rektor Unair terpilih periode 2025-2030. (Unair)
JOSSTODAY.COM - Prof Dr Muhammad Madyan terpilih sebagai Rektor Universitas Airlangga (Unair) periode 2025—2030. Keputusan itu berdasarkan hasil rapat pemilihan majelis wali amanat (MWA) Senin (5/5). Dari hasil pemungutan suara, dia mendapat sebanyak 13 suara.
Ketua MWA Unair Prof Dr Sunarto menyampaikan, dari 30 anggota terdapat 26 suara yang dinyatakan sah. Sedangkan, tiga anggota lainnya berhalangan hadir dan satu lainnya dinyatakan abstain. Madyan pun mendapatkan dukungan terbanyak, 13 suara.
“Prof Dr Koko Srimulyo memperoleh 9 suara, dan Prof Dr Dwi Setyawan mendapatkan 4 suara,” ujarnya.
Pelantikan Prof Dr Muhammad Madyan sebagai rektor bakal berlangsung pada Selasa (17/6). Dia menggantikan Prof Mohammad Nasih yang telah menjabat selama dua periode. Sesuai ketentuan, dia tidak dapat mencalonkan diri kembali.
“Selama kepemimpinan, Prof Nasih berhasil membawa Unair naik signifikan dalam pemeringkatan dunia, dari posisi lebih dari 700 ke peringkat 308 dunia,” sebut dia.
Tampak sejumlah pejabat pemerintahan hadir. Mulai dari mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy hingga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Namun, mereka tak memberikan statemen.
“Menteri menjadi anggota MWA ex officio. Pak menteri sedang ada sidang kabinet dan menugaskan perwakilan yang merepresentasikan dari kementerian. Kalau kedatangan Bu Gubernur statusnya sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni,” tutur Nasih.
Menurut dia, dinamika yang terjadi selama proses pemilihan hanya sebatas dinamika akademis. Dirinya pun memastikan tak ada dinamika di luar akademis dan pertanyaan yang diberikan pun mendalam. “Kalau di luar akademik kok nampaknya engga kita temukan,” kata dia.
Nasih pun mengapresiasi selama proses pemilihan berjalan dengan lancar dan damai. Dirinya mengungkapkan, semua calon rektor menandatangani pakta integritas dan berkomitmen untuk saling mendukung dan berkolaborasi.
“Saling support, kolaborasi dan melanjutkan hal-hal yang baik serta tidak melanggar hukum. Meskipun deg-degan juga karena mau pergantian,” ungkapnya.
Dia berpesan banyak tugas yang masih harus diselesaikan rektor baru. Mulai dari riset, pengabdian masyarakat, dan pembelajaran dengan tetap menjaga kualitas dan berdampak bagi masyarakat. Terlebih, adanya perubahan global dan harus cepat beradaptasi.
“Target ranking hanya indikator, kalau kualitas dan impact riset kita kuatkan yang lain akan mengikuti. Kualitas relevansi mesti ditingkatkan,” jelas dia.
Rektor UNAIR UNIVERSITAS AIRLANGGA Pemilihan Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan