Workshop Buat Lilin Aroma Terapi Dari Minyak Jelanta
Workshop Buat Lilin Aroma Terapi dari Jelanta
Surabaya, JOSSTODAY.COM - Ascott Waterplace Surabaya menggelar acara World Environmental Education Day, program acara mengatasi limbah rumah tangga. Acara digelar bekerjasama dengan kampung Sambiarum. Kampung percontohan di Surabaya yang dikenal sebagai Kampung Proklim dan juara 1 Surabaya Smart City 2020 YouTube. Terkenal dengan inisiatif lingkungan yang kuat, kampung ini aktif dalam pengelolaan sampah, pengolahan limbah, budikdamber (budidaya ikan dalam ember), serta mengembangkan UMKM kerajinan flanel YouTube.
Dalam kesempatan ini instruktur dari Kampung Sambiarum memberikan workshop tentang pembuatan lilin aroma terapi dari minyak Jelantah
Setiap tanggal 26 Januari dunia memperingatinya sebagai hari World Environmental Education Day (WEED). WEED merupakan sebuah momentum global yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan lingkungan.
WEED juga merupakan bagian dari peta jalan menuju Sustainable Development Goals (SGD) yang bertujuan meningkatkan kesadaran global akan pentingnya pendidikan lingkungan, perlindungan alam, dan mendorong partisipasi aktif dari berbagai sektor dalam melestarikan bumi.
Sejak tahun 2022 Ascott Waterplace Surabaya melibatkan diri dalam pemberdayaan masyarakat dan sustainability ini. Ascott Waterplace Surabaya konsisten memberikan wadah dan komitmen kolaborasi dengan berbagai pihak agar terus bergerak selaras dan menciptakan dampak yang lebih besar bagi lingkungan dan Masyarakat. Salah satunya melalui program pemberdayaan UMKM melalui program Art & Craft Take Over, persiapan sertifikasi Global Sustainable Tourism Council hingga acara pemberdayaan lingkungan seperti World Environmental Education Day kali ini.
General Manager Ascott Waterplace Surabaya Handrian Wijaya mengatakan Ascott telah konsisten menerapkan 5 pilar keberlanjutan yang disebut sebagai Ascott CARES, yaitu Community, Alliance, Respect, Environment dan Supply Chain.
“Ascott CARES menjadi pedoman bagi kami untuk terus berkomitmen dalam pemberdayaan masyarakat, lingkungan tanpa meninggalkan esensi dari pembangunan ekonomi” Ungkap Handrian Wijaya.
Acara yang dihadiri oleh puluhan partisipan dari berbagai latar belakang mulai dari masyarakat umum tenaga pendidik, komunitas hingga pihak swasta ini juga turut melibatkan beberapa komunitas dan swasta antara lain Nol Sampah, Kampung Sadar Wisata Sambiarum, Young Living hingga Klinko. Selain memaparkan kemajuan program lingkungan yang telah dilaksanakan masing-masing pihak, acara ini juga berfokus untuk memberikan edukasi khususnya dalam mengatasi limbah rumah tangga salah satunya adalah minyak jelantah. Hal ini selaras dengan paparan dari Co founder Nol Sampah Hanie Ismail yang mengatakan bahwa kebanyakan sampah dihasilkan dari rumah tangga.
“Sebanyak 56% lebih sampah yang dihasilkan kebanyakan dari rumah tangga, kemudian disusul oleh sampah dari Pasar sebanyak 13% dan ini membuktikan bahwa kitab isa memulai semuanya dari rumah kita sendiri” kata Hanie Ismail saat pemaparan.
Meningkatnya produksi minyak kelapa sawit dan penggunaanya sebagai bahan baku konsumsi rumah tangga menyebabkan konsumsi minyak di Indonesia juga naik. Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber menyatakan setidaknya ada 6,6 juta kiloliter minyak yang berakhir sebagai limbah minyak jelantah. Sehingga partisipasi aktif dari masyarakat diperlukan agar dapat mengurangi limbah dapat dilakukan secara mandiri dari akar rumput. Wahyu Oktorianto – Ketua dari Kampung Sambiarum sekaligus instruktur pembuatan lilin dari minyak jelantah menuturkan bahwa pembuatan lilin dari minyak jelantah umumnya sangatlah mudah. Minyak jelantah hanya perlu dibersihkan dengan melalui proses penyaringan dengan merendam arang, lalu mencampurkan minyak yang sudah bersih dengan bahan pemadat seperti stearic acid (sterin) atau palm wax, keduanya lalu dicampur hingga larut.
"Proses pembuatan lilin minyak jelantah mandiri ini selain fleksibel, kita juga bisa menambahkan minyak esensial, sehingga bisa menjadi lilin aroma terapi, seperti pada lilin kali ini yang kita campur dengan minyak esensial Young Living” ujarnya sumringah
Kampung Sambiarum Berwarna bersama Nol Sampah dikenal sebagai salah satu pioneer kolaborasi komunitas untuk mewujudkan kampung ramah lingkungan, Nol Sampah dan Kampung Sambiarum Berwarna tidak hanya mengajak warga Surabaya untuk terlibat aktif dari pelestarian lingkungan, namun juga memastikan generasi muda turut serta sehingga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi, beberapa kegiatan yang turut rutin dilakukan adalah campung (Camp di Kampung), dimana anak-anak diajak untuk berkemah dikampung dan diajarkan berbagai aktifitas kreatif ramah lingkungan, pemilihan limbah sampah, konservasi alam dan masih banyak lagi. Sementara itu Nol Sampah tidak hanya telah mewujudkan warga yang lebih sadar tentang lingkungan, namun juga telah menginspirasi banyak masyarakat lain dari luar Surabaya.
Selain dari komunitas dan NGO, acara ini juga menghadirkan pihak swasta yang telah membuktikan bahwa pengolahan professional bisnis dapat tetap menerapkan prinsip ramah lingkungan seperti halnya Klinko yang mengubah limbah pakaian menjadi tas kerajinan cantik dan juga Young Living menjadi pelopor bisnis berbasis bahan alam dengan proses pengolahan yang ramah lingkungan. Putri Panca yang menjadi perwakilan Young Living Indonesia menuturkan bahwa tujuan dari acara ini selaras dengan apa yang ingin dicapai Young Living, yaitu menumbuhkan kesadaran akan pertumbuhan ekonomi yang berbasis lingkungan dan dapat berdampak pada komunitas. Terlebih Young Living menerapkan berbagai proses produksi mulai dari pembibitan, penanaman dan pengemasan yang ramah lingkungan, melibatkan komunitas lokal dan berbasis ekologi, semua dilakukan agar produk yang sampai ke tangan pelanggan memang murni tanpa mengorbankan ekosistem alam.
“Acara ini sekaligus menjadi bukti bahwa apa yang dihasilkan alam, dapat kita olah kembali menjadi sesuatu yang berharga, selaras dengan apa yang Young Living percaya selama ini” ujar Putri Panca. (sp/amyloeq)
WEED UMKM Sambiarum Ascott