Menteri Bappenas Luncurkan Kopi Traceability, Inisiator Terjatuh
Menteri Bappenas Luncurkan Kopi Traceability, Inisiator Terjatuh
SURABAYA, http://JOSSTODAY.COM – Ada cerita tak terlupakan di balik peluncuran bersejarah Coffee Traceability Indonesia di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (27/10/2026).
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy resmi meluncurkan inovasi digital yang membawa kopi Nusantara memasuki era baru. Dari sekadar komoditas enak, menjadi produk bernilai tambah yang bisa ditelusuri asal-usulnya.
Peluncuran berlangsung dalam rangkaian KIBAR ISMI 2026, forum yang mempertemukan pemerintah, pengusaha, petani, akademisi, dan pengembang teknologi.
Dari Lereng Merbabu hingga Wonosalam, Kopi Punya Identitas Digital
Coffee Traceability Indonesia adalah gagasan Agus Maksum, praktisi teknologi digital dan inventor platform ekonomi Pancasila. Ide ini lahir dari tantangan Menteri Rachmat Pambudy untuk memperkuat daya saing kopi nasional lewat teknologi.
Lewat ekosistem GENI Kopi Traceability, setiap kopi kini punya identitas digital. Cukup scan QR Code, konsumen bisa tahu daerah asal, siapa petaninya, proses olahnya, hingga cerita perjalanannya.
Dari kopi yang sekadar enak, menjadi kopi yang bisa dibuktikan.
Sejumlah kopi unggulan tampil di panggung: Merbabu Excelsa, Semeru Robusta Lumajang, hingga Excelsa Wonosalam Jombang. Hadir pula jaringan Kopi Saudagar ISMI dan mahasiswa technopreneur ITS yang ikut mengembangkan kopi Wonosalam.
Detik-Detik Insiden di Panggung
Di tengah suasana meriah, insiden kecil terjadi.
Agus Maksum yang memandu pengenalan petani terlihat sangat bersemangat ingin memperkenalkan satu per satu orang di balik produk. Ia baru sempat memanggil Pak Sartono, pemilik Kopi Excelsa, dan Sabila selaku konsolidator. Padahal masih ada petani lain yang ingin diperkenalkan langsung kepada Menteri.
Namun agenda Menteri yang harus segera bertolak ke Jakarta membuat prosesi harus dipercepat.
Di tengah perubahan alur cepat itu, Agus yang sedang fokus mengatur posisi petani dan produk kehilangan keseimbangan hingga terjatuh di panggung.
Ballroom sempat hening. Rekan-rekan segera membantu. Beruntung tidak ada cedera serius dan acara tetap berlanjut.
Insiden itu justru menjadi cerita manusiawi: betapa besar semangat seorang inisiator untuk memastikan petani mendapat tempat di panggung nasional.
Awal Hilirisasi Digital
Dalam sambutannya, Menteri Rachmat menekankan pentingnya kolaborasi rantai pasok nasional, dari petani, pengolahan, logistik, pembiayaan, teknologi, hingga ekspor. Ketua Dewan Kopi Indonesia, Roesman Heriawan, turut hadir.
Peluncuran ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah awal hilirisasi digital kopi Indonesia.
Dari lereng gunung ke panggung nasional, dari tangan petani ke teknologi digital. Pesannya satu: setiap kopi punya asal, setiap asal punya cerita, dan setiap cerita punya nilai.(sp/luqman)
ISMI UMKM hilirisasi KIBAR ISMI 2026 BAPPENAS Menteri Bappenas